nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demonstran di Korsel Terobos Kediaman Dubes AS, Keamanan Ditingkatkan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 20 Oktober 2019 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 20 18 2119301 demonstran-di-korsel-terobos-kediaman-dubes-as-keamanan-ditingkatkan-hX1Im3jGg3.jpg Demonstran membentangkan spanduk protes dalam unjuk rasa di kediaman Duta Besar AS untuk Korea Selatan, 18 Oktober 2019. (Foto: AFP)

SEOUL - Polisi Korea Selatan telah meningkatkan keamanan di kediaman duta besar Amerika Serikat (AS) di Seoul setelah sekelompok siswa yang berdemonstrasi menentang pasukan Amerika di negara itu menyusup ke kompleks diplomatik.

Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mengatakan pada Sabtu bahwa pihaknya telah menambah jumlah petugas yang menjaga kompleks itu lebih dari tiga kali lipat menjadi 110. Keamanan ditingkatkan sehari setelah sekelompok pengunjuk rasa menggunakan tangga untuk masuk ke halaman yang dikelilingi tembok di sekitar kediaman Duta Besar Harry Harris.

Sembilan belas siswa ditahan setelah membentangkan spanduk yang bertuliskan "Tinggalkan tanah ini, Harris."

"Berhentilah mencampuri urusan dalam negeri kami," diteriakkan para demonstran, diikuti oleh nyanyian lainnya - "Keluar," dan "Kami tidak membutuhkan pasukan AS" - sebelum dikawal keluar dari properti oleh polisi. Demikian diwartakan RT, Minggu (20/10/2019).

Kelompok itu mengatakan protes mereka didorong oleh desakan Washington bahwa Seoul harus membayar untuk tetap menempatkan pasukan AS di tanahnya.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS di Seoul mengatakan bahwa misi diplomatik itu "sangat prihatin dengan pelanggaran ilegal" tersebut dan mendesak pihak berwenang Korea untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi kompleks diplomatik itu.

Pos-pos diplomatik dan militer Amerika di Korea Selatan dan Jepang secara rutin menjadi sasaran para demonstran.

Tahun lalu, puluhan ribu pemrotes di Okinawa, Jepang melakukan protes untuk menghentikan rencana pemindahan pangkalan militer AS, menuntut agar fasilitas itu dihapus sepenuhnya dari pulau itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini