nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bosan, 2 Siswa Lempari Gelandangan Pakai Batu hingga Tewas

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 09:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 21 18 2119918 bosan-2-siswa-lempari-gelandangan-pakai-batu-hingga-tewas-jcZ7eL0G5w.jpg Ilustrasi. (Foto/Shutterstock)

BILYAYIVKA - Dua siswa sekolah melempari seorang lelaki gelandangan pakai batu hingga mati karena bosan.

Melansir Mirror, Senin (21/10/2019) Oleksandr (56) ditemukan dengan tengkorak hancur akibat lemparan batu di kota Bilyayivka, Ukraina.

Kerabat korban tidak dapat mengidentifikasi Oleksandr karena wajahnya hancur, menurut laporan setempat.

Dilaporkan polisi, Oleksandr sedang mencari makanan di tempat sampah ketika bocah berusia 12 tahun, yang tidak disebutkan namanya karena alasan hukum, melihatnya dan mulai menyerang.

Aksi anak iitu memicu anak-anak lain untuk mulai menghina pria itu dan menendang barang-barangnya.

Oleksandr mengambil barang-barangnya dan berjalan pergi, namun anak-anak itu mengejarnya, melempar batu dan segala sesuatu yang mereka temukan di jalan ke arahnya.

Mereka diduga terus menyerang pria itu sampai dia jatuh. Kemudian salah satu anak mengambil batu besar dan menjatuhkannya ke wajah korban, kata para penyelidik.

Baca juga: Istri di Ukraina Penggal Penis Suami dan Sisa Potongan Diberi ke Anjing

Baca juga: Baru Keluar Penjara, Pria Ini Perkosa Ibu Kandungnya

Oleksandr berhenti bergerak dan para penyerangnya menusuk-nusuk tongkat kayu le mulu korban sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.

Foto/Mirror

Pria cacat ditemukan berbaring tak bergerak dengan tongkat masih di mulutnya oleh seorang pejalan kaki yang kemudian memanggil layanan darurat.

Paramedis tiba di tempat kejadian dan mengonfirmasi bahwa pria itu sudah mati.

Oleg Bekh, kepala Departemen Kepolisian Daerah Odesa mengatakan kepada media setempat, '' Pria tunawisma itu ditemukan tewas di pinggiran kota."

'' Tubuhnya penuh dengan memar dan tengkoraknya hancur.''

Polisi berhasil menemukan tersangka dalam 24 jam ke depan. Anak-anak sekolah terlihat di video kamera CCTV berkeliaran di dekat tempat kejadian tak lama sebelum mayat Oleksandr ditemukan.

"Ketika petugas menyerbu rumah-rumah para tersangka, mereka menemukan darah korban di pakaian anak sekolah itu," kata Bekh.

Dihadapkan dengan bukti, para tersangka mengaku menyerang Oleksandr.

Salah satu dari mereka mengatakan selama interogasi polisi, '' Kami melempar batu dan barang-barang lainnya ke orang itu. Lalu dia [teman bocah itu] mengambil batu besar dan menjatuhkannya ke wajahnya. ''

Bekh menambahkan, "Menurut penyelidikan, anak-anak sekolah melempari korban dengan batu sampai mati untuk bersenang-senang."

Para tersangka mengatakan kepada para detektif bahwa mereka menyerang Oleksandr karena mereka bosan dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan, lapor media Ukraina.

Kerabat korban hampir tidak mengidentifikasinya karena kondisinya yang mengerikan.

''Wajah dan tubuhnya berantakan. Bagaimana anak-anak bisa begitu kejam? Dia hidup dengan cara yang dia sukai. Mengapa mereka membunuhnya?” kata kakak perempuan korban kepada media lokal.

Olena Uzuma, seorang asisten toko mengatakan bahwa Oleksandr menghasilkan uang dengan memulung logam bekas dan menjualnya. “Saya sering melihatnya mendorong gerobak.”

Tatiana Bruzhmileva, warga setempat menambahkan, korban sering meminta rokok pada pejalan kaki dengan sopan. “Tidak membahayakan. Apa yang terjadi padanya mengerikan.''

Penegak hukum Ukraina mengatakan para tersangka tidak dapat dipenjara karena mereka belum mencapai usia 14, batas usia untuk mempertanggungjawaban kejahataan pidana di Ukraina.

Mereka menghadapi beberapa tahun di fasilitas pemasyarakatan anak di bawah umur jika terbukti bersalah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini