nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa UNS Buat Peta Obyek Wisata di Lereng Gunung Lawu

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 19:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 22 65 2120354 mahasiswa-uns-buat-peta-obyek-wisata-di-lereng-gunung-lawu-iSbq5Ju6tl.jpg UNS Buat Peta Wisata di Gunung Lawu. (Foto: Dok. UNS)

JAKARTA - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dari Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik (FT) membuat esai berjudul ‘Pemanfaatan PetaKita untuk Pembuatan Peta Sarana dan Prasarana di Kelurahan Tawangmangu, Kec. Tawangmangu, Kab. Karanganyar.’ Esai tersebut pun membuat UNS juara I dalam ajang 2nd Geoinnovation Bootcamp yang digelar di Saung Dolken Resort, Bogor pada 15-17 Oktober 2019.

Baca Juga: Di Era Industri 4.0, Rektor UNS Ajak Wisudawan Bergerak Cepat

Mahasiswa FT UNS tersebut ialah Rahman Hilmy Nugroho, Alif Riyanto, Hanum Zanuba dan Sabila Khadijah. Dalam kompetisi yang digelar oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) tersebut, Rahman Hilmy, yang merupakan salah satu anggota tim mengatakan bahwa kurang dikenalnya objek wisata yang ada di Tawangmangu mendorong keempatnya untuk melakukan pemetaan ulang di kawasan tersebut.

Gunung Lawu

“Tawangmangu dikenal sebagai obyek wisata di lereng Gunung Lawu dan disertai sarana penunjang pariwisata. Namun, obyek wisata tersebut belum dikenalkan kepada masyarakat umum. Dan peta yang tersedia masih kurang detail sehingga menjadi urgensi untuk melakukan pemetaan kembali di Kelurahan Tawangmangu,” ujar Rahman Hilmy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/10/2019).

Dia menambahkan bahwa hasil pemetaan yang dilakukan tersebut nantinya akan dijadikan prioritas pembangunan dalam pengelolaan daerah wisata.

Baca Juga: UNS Kukuhkan 2 Guru Besar di Bidang SDM dan Ilmu Gizi

Selain itu, peta tersebut nantinya juga akan dipublikasikan sebagai media komunikasi visual terkait lokasi objek wisata dengan sarana dan prasarana penunjangnya.

Sementara itu, anggota tim lainnya, Sabila Khadijah mengatakan bahwa aplikasi yang telah dikembangkan oleh BIG tersebut ditujukan untuk melakukan pemetaan secara partisipatif.

Diharapkan dengan pemetaan yang dilakukan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan dan dapat memenuhi target BIG dalam melakukan pemetaan terhadap wilayah desa dalam jangka waktu 1 tahun.

“Kalau ke depannya ini tidak hanya peta desa saja tapi nanti bisa dikembangkan menjadi peta wisata, peta mitigasi, ataupun sekarang masyarakat juga bisa mulai membuat peta seperti itu berdasar tematik-tematik sendiri," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini