nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hutan Gunung Lompobattang dan Bawakaraeng Sulsel Terbakar

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 15:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 23 609 2120752 hutan-gunung-lompobattang-dan-bawakaraeng-sulsel-terbakar-APWEsHGvM9.jpg Kebakaran hutan Gunung Lompobattang (Foto: Herman Amiruddin)

GOWA - Kebakaran hutan melanda pegunungan Lompobattang di Sulawesi Selatan. Kawasan hutan yang dilaporkan terbakar yaitu, hutan produksi Lompobattang di Dusun Tasoso Desa Gunung Perak Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.

Vegetasi terbakar yakni semak belukar, alang-alang, hutan pinus. Kebakaran kawasan lahan bahkan telah merambah hingga ke kawasan Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa. Kebakaran hutan juga mulai mendekati pemukiman warga yang dekat dengan lokasi kebakaran hutan.

Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi lokasi kebakaran yang terjadi di Gunung Bawakaraeng. Kebakaran yang terjadi sejak Minggu 20 Oktober terjadi di 16 titik hutan gunung Bawakaraeng. Hingga saat ini, tersisa dua titik yakni Rappo Lemba dan Rappo Ala yang menjadi fokus pemadaman.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Gunung Ranti, Akses ke Kawah Ijen Banyuwangi Ditutup Total

Kebakaran hutan Gunung Lompobattang Foto: Herman

Proses pemadaman oleh tim yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran Pemkab Gowa, Dinas Kehutanan Pemprov Sulsel, Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, dibantu warga sekitar fokus memadamkan api di titik yang tersisa. Untuk mencegah penyebaran api karena kondisi cuaca panas dan angin kencang.

"Insya Allah, kita bersinergi baik dengan masyarakat, TNI-Polri, Kehutanan, Tim Kementerian, bersama kita gotong royong karena kita tidak bisa mengendalikan semuanya sendirian," ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Ia menambahkan, para tim akan terus berkoordinasi dan mengikuti update informasi Kabupaten Gowa mengenai upaya pemadaman.

"Tentunya kami dari provinsi tetap menurunkan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang dapat langsung difungsikan, khususnya untuk masyarakat yang diungsikan saat ini," tuturnya.

Baca Juga: Polri Tetapkan 362 Orang dan 17 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla 

Ia berharap musibah kebakaran ini dapat segera diatasi agar tidak semakin meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Warga sangat antusias bekerja keras, kita bahu membahu memadamkan titik-titik hotspot api tersebut, paling tidak dengan kita bersama-sama dan berdoa semoga masalah ini cepat berlalu seperti badai dan cuaca yang ekstrem, jangan menyerah dan kami Pemprov akan terus memonitor kondisi ini baik dari TNI-Polri, dan akan koordinasi terus apa yang dibutuhkan," ujarnya.

Kepala Desa Rappo Lemba, Abd Harin Dg Tompo mengatakan pihaknya dibantu oleh Pemda terus mengerahkan masyarakat berusaha memadamkan api di titik yang tersisa.

"Kami hanya mengatasi api yang ada di atas gunung. Akan tetapi kemungkinan masih ada sisa potongan kayu yang terbakar sehingga api itu menyebar ditambah angin yang begitu kencang," kata Abd Harin Dg Tompo.

Sejauh ini, menurut Abd Harin, kejadian ini tidak menelan korban jiwa, namun total rumah yang rusak berat sebanyak 107 rumah dan keluarga yang mengungsi sebanyak 50 kepala keluar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini