nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Fakta Menristekdikti Bambang, Mantan Menkeu yang Dapat Tugas Baru

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 09:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 24 65 2121046 4-fakta-menristekdikti-bambang-mantan-menkeu-yang-dapat-tugas-baru-YBzl3nVpSy.jpg Menristek Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kembali terpilih jadi Menteri Kabinet Indonesia Maju, Bambang Brodjonegoro ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menduduki kursi di Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek).

Seperti diketahui, Bambang dalam arahan pertamanya sebagai Kemenristek ia akan melaksanakan dua agenda penting, salah satunya adalah mensinergikan beberapa program Pendidikan Tinggi (DIKTI) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Selain itu, setelah resmi kembali dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju, Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) itu diketahui memiliki kekayaan sebesar Rp29,2 Miliar.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait Menristek Bambang, Kamis (24/10/2019):

Baca Juga: Beasiswa PMDSU, Kesempatan Meneliti dengan Ilmuwan Kelas Dunia

1. Bahas Pendidikan, Bambang Brodjonegoro Dapat Tugas Baru Jadi Menristekdikti

Bambang Brodjonegoro memastikan dirinya kembali akan menjadi salah satu menteri pada Kabinet Kerja II Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan Wakil Presiden Maruf Amin. Akan tetapi, jabatan ini merupakan hal yang baru baginya yang berputar di dunia ekonomi.

Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa Presiden Jokowi meminta dirinya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berdaya saing. Seperti adanya inovasi pada SDM. "Tadi beliau (Presiden Jokowi) ingin saya untuk memberikan peningkatan pada pendidikan, riset dan inovasi untuk SDM yang Inovatif. Dan ini penugasan baru bagi saya," ujar dia.

Bambang Brodjonegoro dan Teten Masduki Merapat ke Istana

2. Bambang Brodjonegoro Punya PR Dirikan Badan Riset dan Inovasi Nasional

Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro resmi dilantik menjadi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2019 - 2024 menggantikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Periode 2014 - 2019 Mohamad Nasir.

Dalam arahan pertamanya, Bambang mengungkapkan bahwa Kemenristek akan melaksanakan dua agenda penting, yaitu mensinergikan beberapa program Pendidikan Tinggi (DIKTI) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta mendirikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sesuai amanat Undang-undang Sisnas Iptek.

"Mengapa Pemerintah menginginkan adanya BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) adalah karena Presiden RI Joko Widodo dalam arahannya menyatakan bahwa beliau tidak ingin kegiatan penelitian pengembangan pengkajian dan penerapan (Litbangjirap) di setiap lembaga, tidak hanya LPNK dalam koordinasi Kemenristek, tetapi juga aktivitas litbangjirap dalam koordinasi Kementerian/Lembaga lainnya, mempunyai kecenderungan melakukan kegiatan sendiri – sendiri,” ungkap Bambang.

3. Sempat Jadi Menkeu, Ini Cerita Bambang Brodjonegoro Selama 5 Tahun di Kabinet Kerja

Bambang Brodjonegoro berkisah mengenai pengalamannya selama lima tahun terakhir di periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

"Dalam pandangan saya 5 tahun itu lama ternyata cepat juga rasanya. Tidak terasa ini adalah hari kerja terakhir. Saya masih ingat hari pertama kerja saya menjadi Menkeu dan pindah ke Bappenas. Waktu cepat berlalu dan merasa waktu berjalan cepat kalau terlalu sibuk," ujar dia saat bincang-bincang dengan awak media di kantornya Jakarta, Jumat.

Bambang Brodjonegoro dan Teten Masduki Merapat ke Istana

Dia juga menceritakan perbedaan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas. Menurutnya di Kemenkeu kerjanya sangat ketat. Sedangkan Bappenas tidak terlalu. Tapi kemudian setelah berjalan setahun di Bappenas menjelang akhir ini. Ternyata padat juga agenda sampai hari terakhir kerja.

"Seperti banyak agenda padahal belum tahu saya yang jalankan atau tidak. Ritme bekerja sendiri bertambah jika mendalami banyak hal," ungkap dia

Bambang Brodjonegoro dan Teten Masduki Merapat ke Istana

4. Bambang Brodjonegoro Tercatat Punya Kekayaan Rp29,2 Miliar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Bambang PS Brodjonegoro ke Istana Kepresidenan, siang ini. Bambang Brodjonegoro merupakan salah satu mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Kabinet Kerja Jilid I.

Mengutip LHKPN, Jakarta, Selasa (22/10/2019), kekayaan Bambang Brodjonegoro per tanggal 31 Desember 2019 tercatat sebesar Rp29,2 miliar

Bambang Brodjonegoro mempunyai 4 bidang tanah dan bangunan dengan total nilai Rp24,7 miliar. Lalu, harta bergerak lainnya sebesar Rp212 juta. Bambang juga mempunyai surat berharga senilai Rp677 juta. Sedangkan, kas dan setara kas, dirinya memiliki Rp4,7 miliar. Dari besaran harta tersebut, dirinya mempunyai utang hanya sebesar Rp1,1 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini