Seorang Ayah Israel Rekam Bayinya Sedang Memegang Pistol

Rachmat Fahzry, Okezone · Minggu 27 Oktober 2019 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 26 18 2122140 seorang-ayah-israel-rekam-bayinya-sedang-memegang-pistol-fs0lMXSMUV.jpg Bayi berusia 18 sedang memegang pistol kemudian direkam ayahnya warga Israel. (Foto/Dail Mail)

UMM AL-FAHM - Seorang ayah Israel ditangkap usai merekam bayi laki-lakinya yang berusia 18 bulan sedang memegang pistol pistol.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu, merupakan warga kota Umm al-Fahm. Ia ditangkap atas dugaan perdagangan senjata dan kepemilikan senjata, mengutip Daily Mail, Sabtu (26/10/2019).

Polisi menemukan foto dan video ketika mereka menggeledah telepon pria itu, memperlihatkan remaja berusia 18 bulan itu bermain dengan pistol dan peluru berserakan di sekitarnya.

Polisi mengatakan mereka juga menuduhnya membahayakan putranya, menurut The Times of Israel.

Baca juga: Tuai Kontroversi, Patung "McJesus" Akhirnya Diturunkan

Baca juga: Iklan Pemilu Israel Muncul di Situs Porno

Pengacara tersangka mengatakan bahwa ia menyangkal semua tuduhan dan bahwa senjata itu hanyalah replika.

Polisi mengatakan bahwa ia terlibat dalam penjualan senjata.

Kota Umm al-Fahm, yang mayoritasnya warga Arab Israel memulai sejumlah protes di seluruh negeri dalam beberapa pekan terakhir, karena prihatin atas meningkatnya kejahatan senjata api di kota itu.

Mereka mengatakan kriminalitas dibiarkan berkembang karena kurangnya pengawasan dari otoritas Israel dan sikap apatis terhadap tingginya tingkat kekerasan dalam rumah tangga, yang disebut kehormatan dan kekerasan geng.

Seorang pria berusia 35 tahun ditembak ketika ia meninggalkan sebuah masjid pada Selasa malam di Umm al-Fahm, sehingga jumlah korban tewas di kalangan warga Arab di negara itu menjadi 75 yang terbunuh dalam keadaan kekerasan tahun ini.

Yousef Jabarin, seorang anggota Arab dari Knesset dan penduduk Umm al-Fahm, mengatakan kepada Jerusalem Post, "Kami baru-baru ini memperingatkan terhadap kerasnya situasi dan kurangnya keamanan kota, tetapi sayangnya pertumpahan darah tetap ada.

"Penduduk Arab sudah memiliki cukup banyak penjahat yang menikmati otonomi penuh di kota-kota mereka, dan mereka terus menyerang tanpa penilaian atas akibat-akibatnya," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini