nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristek Ajak Pemuda Satukan Langkah Jadikan Indonesia Negara Maju

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Senin 28 Oktober 2019 18:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 28 65 2122793 menristek-ajak-pemuda-satukan-langkah-jadikan-indonesia-negara-maju-N7rGHdanNZ.jpg Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, Kementerian Riset, Teknologi (Kemenristek) dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) harus sudah membangun pondasi menjadi negara maju mulai hari ini. Hal tersebut demi membawa Indonesia menjadi negara maju, terutama dengan bonus demografi yang akan dimiliki Indonesia.

Bambang berharap generasi muda Indonesia sebagai pemegang tongkat estafet kemajuan bangsa dapat memaknai idealisme. Begitu pun dengan semangat pemuda yang memegang peranan penting dalam setiap perjalanan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Pemuda Indonesia Harus Berkarakter Moral agar Terhindar Paham Radikal

Dalam pidatonya Menteri Bambang menyebutkan, momentum Sumpah Pemuda diharapkan bisa kembali mengingatkan masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia. Di tangan pemudalah Indonesia bisa maju.

Sumpah Pemuda

“Tidak ada yang penting bagi kita hari ini selain memaknai Sumpah Pemuda sebagai komitmen kita kembali menjaga persatuan bangsa sekaligus menjaga Kebhinekaan kita”, ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (28/10/2019).

Baca Juga: KPK : Pemuda Harus Terdepan Berantas Korupsi di Indonesia

Menteri Bambang pun turut melibatkan segala elemen pemerintahan dan masyarakat. Beliau mengajak segenap ASN dilingkungan Kementerian Riset, Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional untuk dapat menyatukan langkah dan mengorganisir kinerja agar Indonesia dapat membangun fondasi menjadi negara maju.

“Kita semua yang hadir di sini merupakan bagian dari pemerintah sebagai 'leader' yang bertanggung jawab bersama segala elemen masyarakat untuk dapat menyatukan langkah dan mengorganisir kinerja agar Indonesia menjadi negara maju," jelasnya Menteri Bambang.

Menurutnya, negara ini harus punya tenggar waktu. Seperti kajian yang banyak dilakukan, tidak ada waktu yang lebih baik selain perayaan 100 tahun Indonesia pada tahun 2045. Dirinya menambahkan bahwa Indonesia masih memiliki waktu 25 tahun untuk membangun fondasi mewujudkan cita-cita bangsa dan negara.

Adapun diantaranya turut hadir Sesjen Ainun Naim, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza, Kepala Badan Standardisasi Nasional Bambang Prasetya, Ketua Dewan Riset Nasional Bambang Setiadi, pejabat Eselon II Kemenristek/BRIN serta tamu undangan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini