Triana Rahmawati: Berbagi Kepedulian dengan Penderita Gangguan Mental

Yaomi Suhayatmi, · Kamis 31 Oktober 2019 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 31 340 2124010 triana-rahmawati-berbagi-kepedulian-dengan-penderita-gangguan-mental-gBGJdsTOIl.jpg Triana Rahmawati (Foto: Okezone)

JIKA sebagian masyarakat menganggap orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) adalah sosok yang berbahaya dan menakutkan, tidak demikian halnya dengan local heroes Solo #Kejar Mimpi Triana Rahmawati. Menurutnya, para ODMK justru harus diberikan perawatan yang layak sehingga mereka bisa sembuh dan kembali diterima di tengah masyarakat.

Untuk itulah, Tria, begitu panggilan akrab sarjana jurusan sosiologi UNS Solo ini menginisiasi berdirinya Griya Schizofren Solo, bersama beberapa teman kampusnya beberapa tahun lalu.

Triana sendiri tak mengira bisa mendirikan Griya Schizofren. Ide mendirikan komunitas sosial yang fokus menangani penderita gangguan mental itu, muncul saat membeli lauk untuk buka puasa di angkringan dekat kos-kosannya. Dia melihat banyak orang yang makan padahal belum waktunya berbuka.

"Kok mereka adzan duluan. Terus ada yang berucap, 'sudah ndak usah digubris, mereka orang gila'. Dari kalimat tidak usah "digubris" ini mengetuk hati saya. Karena kalimat tidak usah digubris berarti tidak dianggap gitu," ungkap Triana.

Dari situlah wanita berusia 27 tahun ini berjuang keras mewujudkan mimpi membangun komunitas sosial Griya Schizofren. Untungnya sang suami yang mendukung penuh usaha mewujudkan mimpi tersebut. Diakui oleh Triana, tantangan terberatnya adalah konsistensi niat.

"Konsistensi niat menurutku itu tantangan terberat kita untuk mewujudkannya. Termasuk mewujudkan aksi sosial ini. Sebab jalan yang ditempuh untuk mewujudkannya itu membutuhkan waktu lama," papar Triana.

Karena komitmennya itulah, Tria menghabiskan banyak waktunya mendampingi dan merawat para ODMK yang berada Griya PMI Peduli yang berada di bawah naungan PMI Cabang Solo. Saat ini Griya PMI Peduli merawat 98 penderita di antaranya 55 pria dan 43 wanita serta merawat 27 lansia yang terdiri dari 11 pria dan 16 wanita yang ditempatkan secara terpisah di Griya Bahagia.

Para pengurus Griya PMI Peduli menyambut positif keterlibatan Triana Rahmawati dan para relawan dari Griya Schizofren, karena saat ini jumlah perawat dan pegawai yang bertugas sangat terbatas.

Selain turut terlibat mendampingi para ODMK yang dirawat di Griya PMI Peduli, Tria juga mengadakan sharing kepada anak-anak muda di Kota Solo untuk mengetahui seputar gangguan kejiwaan. “Jika kita tahu bagimana menanganinya dengan tepat, pada dasarnya para penderita skizofrenia berbahaya. Tetapi sebenarnya, masyarakat lah yang masih kurang edukasi terhadap penanganan ODMK,” jelas Tria.

Namun demikian, berada di lingkungan para penderitan gangguan jiwa atau ODMK tentu saja bukan hal mudah dan menyenangkan. Tetapi di sinilah Tria mengasah kepeduliannya terhadap sesama. Keakraban Tria dan para ODMK penghuni Griya Peduli PMI Solo terlihat saat ia berinteraksi langsung. Padahal saat itu Tria sedang hamil putri pertamanya Aira.

Cut Mini yang berkesempatan untuk shooting TVC #Kejarmimpi CIMB Niaga bersama Tria menyampaikan rasa kagumnya terhadap Tria. “Triana kamu kan masih muda, tapi mengapa kamu melakukan hal ini?” Mendapat pertanyaan seperti itu, Tria menjawab santai, "Kami ingin memanusiakan manusia yang tidak dimanusiakan oleh manusia lain."

Kejar Mimpi CIMB Niaga 

Begitulah seorang Triana Rahmawati bahwa baginya hidup bukanlah tentang mengejar kebahagiaan diri sendiri tetapi juga berbagi mimpi dan kebahagiaan bagi orang lain. Triana memilih untuk berbagi dengan para ODMK yang bagi sebagian orang dianggap sebelah mata.

Tidak hanya aktif sebagai founder dan fasilitator komunitas Griya Schizofren yang berkonsentrasi terhadap pendampingan dan perawatan ODMK, ibu satu anak ini juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Bersama suaminya, Siswandi, Tria mendirikan komunitas Happiness Family yang berkonsentrasi terhadap program pemberian beasiswa kepada para mahasiswa di Kota Solo.

“Yang pasti mereka dapatkan adalah asrama, uang makan berbentuk dapur umum, pembinaaan dan pendampingan berbentuk mentoring, pengembangan diri berbentuk forum belajar, dan kesempatan meraih impian yang mereka tentukan sendiri,” jelasnya.

Dalam perjalanannya mendirikan komunitas yang mengusahakan beasiswa terhadap puluhan mahasiswa bahkan hingga keluar negeri tentu tidaklah mudah. Keterbatasan dana kerap menjadi kendala utama. Tetapi, lagi-lagi Tria dan suaminya pantang menyerah dan terus berusaha tak kenal lelah. “Jadi tiap hari yang dipikirkan kerja kerjas, belajar terus, berdoa berkepanjangan agar manfaat menjadi tujuan awal,“ tutur Tria.

Saat ini, komunitas yang didirikannya bersama suami telah memberikan beasiswa kepada 30 mahasiswa baik yang menempuh pendidikan S1 maupun S2 di Solo bahkan ada yang mendapatkan beasiswa dari kampus di luar negeri.

Kejar Mimpi CIMB Niaga 

Sepak terjang Triana yang menunjukkan rasa peduli terhadap sesama membuatnya menjadi salah satu local heroes yang berperan menjadi pembicara di ajang leaders camp #KejarMimpi CIMB Niaga. Triana Rahmawati juga mengapresiasi acara #KejarMimpi CIMB Niaga, karena menurutnya sangat bermanfaat. Terbukti, pesertanya tidak hanya mahasiswa Universitas Sebelas Maret saja, tapi juga dari universitas lain se-Solo raya.

"Acara #KejarMimpi CIMB Niaga ini bangus banget dan dikemas juga bagus banget. Dan aku merasa, ini salah satu cara mendukung anak muda, apapun latar belakangnya semua bisa diwujudkan. Pokoknya keren banget acara #KejarMimpi CIMB Niaga ini," ungkap Triana.

KejarMimpi Leaders Camp di Solo dikemas dalam bentuk sesi diskusi dan talkshow yang menghadirkan para pembicara inspiratif dari berbagai latar belakang. Selain Alumni FISIP UNS sekaligus Pendiri Griya Schizofren Triana Rahmawati, juga hadir, Pendiri Dongeng Keliling Nadia La Tsaniya, Direktur CIMB Niaga Fransiska Oei, musisi dan alumus LSE Inggris Gita Gutawa, aktris Cut Mini, penulis Kurniawan Gunadi, Head Marketing Kitabisa.com Iqbal Hariadi, dan Psikolog Ajeng Raviando.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini