nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristek Diisi Oleh Orang 'Awam', 5 Fakta Soal Debut Bambang Brodjonegoro

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Sabtu 02 November 2019 07:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 01 65 2124665 menristek-diisi-oleh-orang-awam-5-fakta-soal-debut-bambang-brodjonegoro-jHACysqX7O.jpg Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Fungsi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) berubah menjadi Menteri Riset, Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) dalam Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2019-2024. Kali ini, Bambang Brodjonegoro yang dipercaya untuk menggantikan posisi Mohammad Nasir tersebut.

Sebenarnya, Bambang selalu berkutat di dunia perekonomian. Lihat saja posisinya di Kabinet Kerja I, Dia menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Bappenas.

Dengan demikian, maka Bambang harus menekuni dunia yang baru, yakni pendidikan, riset dan inovasi untuk SDM. Dirangkum oleh Okezone, berikut aksi debut awal Bambang Brodjonegoro sebagai Menristek sekaligus mengawali karirnya di bidang baru tersebut.

Bambang Brodjonegoro dan Teten Masduki Merapat ke Istana 

1. Langsung adakan pemantapan ekosistem riset, teknologi, dan inovasi

Menteri Riset, Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengadakan pemantapan mengenai ekosistem riset, teknologi, dan inovasi di Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta.

"Pada kesempatan siang ini kami lebih pada posisi mendengarkan bagaimana kira-kira kami dari pihak pemerintah dapat bersinergi dengan pelaku bisnis, termasuk memfasilitasi inovasi yang lebih besar untuk memajukan Indonesia, berupa program-program percepatan (quick win)," ujar Menteri Bambang Brodjonegoro.

Baca Juga: Menristek Bambang Panggil CEO Tokopedia Hingga Grab, Hasilnya Apa?

2. Mengundang para CEO mulai dari Grab hingga Gojek

Bambang pun turut mengundang pimpinan eksekutif atau chief executive officer (CEO) dari lima perusahaan berbasis teknologi. Tak hanya itu, turut diundang pula tujuh perusahaan investasi atau venture capital (VC) dalam negeri.

Undangan ini dimaksudkan agar para CEO tersebut dapat memberikan saran terkait program percepatan (quick win). Hal ini menjadi salah satu bagian penting yang diperlukan Kemenristek/BRIN untuk meningkatkan kompetisi Indonesia dalam bidang teknologi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Bambang Brodjonegoro dan Teten Masduki Merapat ke Istana 

Adapun dalam rapat tersebut turut hadir CEO Bukalapak Achmad Zaky, Co-CEO Gojek Andre Sulistyo, CEO Bubu Shinta Danuwardoyo. Kemudian, hadir pula Co Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison, serta Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Sementara itu, dari perusahaan venture capital turut hadir Martin Hartono dari Djarum, Patrick Walujo dari Northstar, Abraham Hidayat dari Skystar Ventures, Sebastian Togelang dari Kejora Ventures. Tak ketinggalan Melisa Irene dari East Venture, Jefrey Joe dari Alpha JWC Venture, serta Anthony LimGDP Venture.

3. Adakan program quick win

Menurut Menteri Bambang, undangan tersebut dimaksudkan agar para CEO tersebut dapat memberikan saran terkait program percepatan (quick win). Hal ini diperlukan Kemenristek/BRIN untuk meningkatkan kompetisi Indonesia dalam bidang teknologi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Tak hanya itu, dirinya mengungkapkan bahwa program quick win diperlukan untuk mendorong inovasi yang mungkin masih menjadi kelemahan Indonesia dalam pengembangan ekonomi nasional.

"Salah satu faktor yang dianggap tertinggal di Indonesia itu adalah di parameter inovasi. Rankingnya relatif rendah, berarti kita perlu mengidentifikasi program-program quick win untuk memacu ranking inovasi agar lebih besar, sehingga nantinya bisa membantu ranking dari daya saing Indonesia sendiri," ungkap Menteri Bambang Brodjonegoro.

Baca Juga: 4 Fakta Menristekdikti Bambang, Mantan Menkeu yang Dapat Tugas Baru

4. Mau hasilkan lebih banyak startup berbasis teknologi

Menteri Bambang juga mengungkapkan program quick win ini juga diharapkan dapat menciptakan lebih banyak perusahaan pemula (startup) berbasis teknologi menjadi unicorn yang bervaluasi lebih dari satu miliar Dollar Amerika Serikat.

"Kami juga berkepentingan untuk melahirkan lebih banyak startup yang berbasis teknologi atau technopreneurs," ujarnya.

Bambang Brodjonegoro dan Teten Masduki Merapat ke Istana

5. Dapat masukan dari CEO

Dalam kesempatan tersebut, beberapa masukan terkait quick win diberikan oleh para CEO, diantaranya yaitu match making (matching) program antara kebutuhan industri dan produk-produk inovasi yang dihasilkan peneliti dan perekayasa dari kalangan akademisi.

Institusi litbangrep dinilai harus saling mengisi agar selanjutnya Indonesia tidak hanya menjadi market dunia. Akan tetapi mampu menjadi produsen produk-produk inovasi untuk memenuhi kebutuhan lokal dan dunia. Selain itu, diharapkan adanya penciptaan program kolaborasi antara institusi litbang pemerintah dan/atau pendidikan tinggi dengan pihak swasta, seperti Tokopedia yang berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) dalam Research on Big Data.

Sementara itu, penerapan dan pemantapan konsep Triple Helix yang sekarang telah berkembang menjadi Penta Helix (Academicians - Business - Government - Community - Media) dinilai harus terus menerus dipelihara untuk menjaga ekosistem pengembangan ristek dan inovasi di Indonesia. Evaluasi dan optimalisasi program-program diaspora juga harus dilakukan secara maksimal, sehingga Indonesia dapat memaksimalkan kan para diaspora karena brain circulation tetap akan bermanfaat bagi pengembangan inovasi di Indonesia.

Bambang Brodjonegoro dan Teten Masduki Merapat ke Istana

Selanjutnya, dibutuhkannya identifikasi regulasi dan deregulasi peraturan yang menghambat perkembangan bisnis yang terkait dengan proses produksi dan inovasi juga perlu dilakukan. Seperti halnya pemutakhiran database pelaku startup di Indonesia yang dibutuhkan demi kemudahan akses untuk mendapatkan data tersebut menjadi perhatian dari kalangan pelaku bisnis di Indonesia.

Menristek/Kepala BRIN Bambang sangat mengapresiasi semua masukan positif dari para venture capitals dan CEO perusahaan teknologi atau technoentrepreneurs. Beliau juga menjanjikan untuk pertemuan berkala harus sering dilakukan untuk menjawab tantangan global yang bergerak dinamis dan cepat. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini