Unik, Peselancar Taklukkan Ombak Pantai Wedi Awu Malang di Malam Hari

Senin 04 November 2019 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 04 1 2125384 unik-peselancar-taklukkan-ombak-pantai-wedi-awu-malang-di-malam-hari-BE1BoTaMLt.jpg Surfing malam hari di Pantai Wedi Awu (Foto: Kemenpar)

MALANG - Malang punya cara unik untuk menarik wisatawan, yakni melalui surfing. Keunikannya, surfing di Malang berlangsung pada malam hari.

Kegiatan yang dinamakan Malang Night Surfing berlangsung di Pantai Wedi Awu, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, pada Sabtu 2 November 2019. Pesertanya adalah peselancar dari berbagai daerah di Tanah Air.

Malang Night Surfing termasuk rangkaian Malang Beach Festival yang digelar sebagai perayaan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1259.

Meski telah dilengkapi fasilitas pencahayaan yang mumpuni, tetap saja tingkat kesulitan berselancar di malam hari cukup tinggi. Berselancar di malam hari menjadi jauh lebih menantang.

Pada Malang Night Surfing, para surfer tak hanya harus jeli dalam melihat kemana arah ombak, tapi juga harus menahan dinginnya malam yang menusuk tulang. Apalagi, sebelumnya kawasan pantai tersebut juga diguyur hujan deras. Bahkan saat kegiatan surfing hujan masih mengguyur. Meski begitu, antusias surfer maupun masyarakat yang hadir tetap luar biasa.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (disparbud) Kabupaten Malang Dr Made Arya Wedhantara mengatakan, event ini merupakan terobosan dari Dinas Pariwisata agar Kabupaten Malang mempunyai satu event unik dan beda dari daerah lain.

"Di sini ada spot (surfing) untuk pemula hingga profesional. Tidak perlu jauh ke tengah laut untuk surfing," ujarnya.

"Sudah sangat pantas jadikan event ini terunik, mudah mudahan satu-satunya di Jawa. Membawa Kabupaten Malang terkenal di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Dia berharap, event ini bisa terus berkembang, sehingga bisa menarik banyak wisatawan untuk datang. "Bisa memakmurkan masyarakat di desa sini. Semua destinasi wisata di Kabupaten Malang bisa dikenal," kata dia.

Sementara itu, Bupati Malang yang diwakili oleh Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Malang Suko Wiyono menyampaikan, sektor pariwisata merupakan salah satu dari tiga fokus utama pembangunan di Kabupaten Malang. Salah satunya dengan mengemas potensi wisata yang ada.

"Pantai sebagai motor utama penggerak, berharap dukungan masyarakat dalam membantu promosi. Saya yakin kedepannya bisa menciptakan multiplier effect," ujarnya.

Event ini juga diharapkan bisa memberikan kontribusi positif. "Semakin meningkatkan kunjungan wisatawan, dapat membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan baru," jelasnya.

Malang Night Surfing menjadi tantangan baru bagi para peserta yang ikut. Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh surfer cilik asal Bali I Made Pajar Ariana. Menurutnya, ombak di Pantai ini susah ditebak dan itu menjadi tantangan tersendiri. "Di sini ombaknya susah dibaca, jadi lebih menantang," kata dia.

Di sisi lain, Pajar mengaku menyukai pemandangan yang ada di Pantai Wedi Awu. Apalagi, terdapat jajaran bukit indah yang menjadi latar belakang saat dirinya berseluncur di atas papan surfing. Bocah yang sudah dua kali menjajal ombak Pantai Wedi Awu itu mengaku baru kali ini mencoba surfing di malam hari.

Kemenpar 

Usai beradu aksi, para peserta dimanjakan oleh sajian musik dari DJ Donna. Suasana semakin asyik ketika sang DJ memainkan note dari mixer nya. Para peserta pun hanyut dalam lantunan lagu sembari berjoget didepan panggung.

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan memberi acungan jempol buat inisiatif Kabupaten Malang.

"Kabupaten Malang pintar membaca situasi. Potensi ombak Pantai Wedi Awu yang menantang, dikombinasi dengan event surfing yang digelar malam hari. Mungkin ini menjadi satu-satu event surfing malam hari di Indonesia. Luar biasa," paparnya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman berharap atraksi di destinasi Pantai Wedi Awu terus diperkuat.

"Malang Night Surfing membuka jalan untuk mengangkat Pantai Wedi Awu. Tapi harus ada event-event lain yang digelar rutin. Agar pantai ini menjadi favorit. Selain tentunya memperkuat 3A di destinasi, atraksi, amenitas dan aksesibilitas," paparnya.(adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini