nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristek: Perampingan Eselon Sangat Bisa Dilakukan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 04 November 2019 14:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 04 65 2125480 menristek-perampingan-eselon-sangat-bisa-dilakukan-u8S30ilO9v.jpeg Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com/Yohana)

DEPOK - Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro menilai, perampingan tingkat eselon di Kementerian Ristek sangat dimungkinkan untuk dilakukan. Oleh sebab itu, dirinya tak menampik untuk melakukan perampingan menjadi sampai tingkat Eselon II saja.

Baca Juga: Menristek Bambang Panggil CEO Tokopedia Hingga Grab, Hasilnya Apa?

Hal tersebut menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024, yang meminta dilakukan dilakukan penyederhanaan pada jabatan birokrasi secara besar-besaran. Salah satunya merampingkan eselonisasi dari yang semula eselon sampai IV menjadi hanya II.

"Kalau untuk kelompok peneliti, saya yakin sangat bisa dilakukan. Karena peneliti dan perekayasa itu kan jabatan fungsional, itu tidak perlu eselon yang panjang, cukup sampai Eselon II. Abis Eselon II langsung grup fungsional," jelas Bambang ditemui di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Senin (4/11/2019).

Bambang Brodjonegoro dan Teten Masduki Merapat ke Istana 

Meski demikian, Bambang enggan merinci lebih lanjut mengenai waktu dari penerapan perampingan tingkat eselon di kementeriannya. Dia hanya menekankan, perampingan hingga tingkat Eselon II sangat mungkin dilakukan seperti yang sudah diterapkan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Kalau lihat BPPT LIPI sudah, mereka hanya sampai Eselon II sisanya fungsional," katanya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan, pemangkasan jabatan tersebut untuk mengefisiensikan pekerjaan. Selain itu, media juga meminta jajaran pejabat dan birokrat agar serius bekerja demi mencapai tujuan program pembangunan.

Bambang Brodjonegoro dan Teten Masduki Merapat ke Istana

"Lima tahun ke depan yang ingin kita kerjakan salah satunya penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran," ujar Jokowi dalam Pidato Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, di Sidang MPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Secara tegas Jokowi mengatakan jika para pejabat negara tidak serius dalam mengerjakan tugasnya, dia bahkan siap untuk mencopot jabatan tersebut. "Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini