nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Sains di Balik Es Puter, Bagaimana Prosesnya?

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Senin 04 November 2019 15:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 04 65 2125542 ada-sains-di-balik-es-puter-bagaimana-prosesnya-BXytlQf7pu.jpg Es Puter (Foto: Juzdeals)

JAKARTA - Lima mahasiswa S1 Food Business Technology Universitas Prasetiya Mulya berhasil menjadi juara 2 dalam Food Science In Action (FSIA) 2019. Kompetisi ini merupakan ajang pembuatan video yang diadakan oleh Institute of Food Technologist (IFT), Amerika Serikat, untuk mengedukasi masyarakat tentang sains dan teknologi pangan.

Uniknya, para mahasiswa yang terdiri dari Lakeshia Erlino Kuswoyo, Catherine Trixie, Irvan, I Kadek Juni Saputra, serta Kadek Danayasa ini menciptakan video seputar es puter. Pasalnya, terdapat sains di balik pembuatan es puter.

Baca Juga: Sejarah Transfusi Darah Dimulai pada 1666, Siapa Pencetusnya?

“Sains di balik es puter tuh sangat luar biasa,” jelas Lakeshia.

“Sejarahnya pun sangat menarik. Es puter dilahirkan saat zaman penjajahan Belanda, ketika masyarakat tidak bisa afford susu dan freezer. Mereka gunakan santan kelapa, terus dibekuin dengan es batu dan garam. Kok mereka bisa paham bahwa garam dapat menurunkan temperatur es batu? Kok mereka bisa se-kreatif itu?" tambah Lakeshia Erlino Kuswoyo dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/11/2019).

ice

Meski demikian, mereka juga mendapat bantuan dari kampus. Adalah para Faculty Member (FM), seperti Ibu Fransisca Wijaya, MTP, Dr. Ihsan Iswaldi, dan juga Yalun Arifin Ph. D. yang menjabat sebagai Kepala Program Studi S1 Food Business Technology Prasetiya Mulya yang memberikan bantuan. Tanpa lelah mereka terus memberikan bimbingan selama durasi kompetisi, misalnya dalam memperkaya informasi untuk script atau merevisi video.

“Kami bolak-balik ke kampus untuk bertemu dengan FM. Malahan, kami sempat chat mereka beberapa kali via WhatsApp. Pokoknya kami sudah ngerepotin mereka banget, deh! Untungnya mereka sangat responsif," kenang Lakeshia.

Kepala Program Studi S1 Food Business Technology Yalun Arifin, Ph.D., menjelaskan bahwa mahasiswa S1 Food Business Technology memang mempelajari bagaimana sains diaplikasikan. Dengan demikian, tidak heran jika mereka mampu melihat sains di balik es puter.

"Di S1 Food Business Technology mahasiswa belajar mengaplikasikan sains dan teknologi inovatif untuk mengolah bahan makanan menjadi produk makanan sehat, aman dikonsumsi, dengan rasa dan harga yang bisa diterima masyarakat," tuturnya.

"Ciri khas S1 Food Business Technology Prasetiya Mulya adalah adanya integrasi teknologi pangan dan ilmu bisnis untuk menghasilkan kewirausahaan di bidang pangan," lanjut Yalun.

ice

Proses pembelajaran S1 Food Business Technology disertai dengan aktivitas-aktivitas eksperimen secara virtual dan aktual. Didukung dengan fasilitas laboratorium yang mampu menunjang mahasiswa untuk aktif melakukan projek dan penelitian, mereka diharapkan memiliki kemampuan yang terlatih sebagai ahli teknologi pangan maupun pelaku bisnis pangan.

"Contoh produk inovatif yang dikembangkan saat ini adalah makanan berbahan sorghum, alga Spirulina, okara, daun kelor. Teknologi proses pangan yang diaplikasikan misalnya adalah food freeze drying dan modified atmosphere packaging," pungkas Yalun.

Perlu diketahui, dalam proses pembelajarannya, S1 Food Business Technology juga melakukan berbagai kegiatan kerjasama strategis dengan beberapa industri pangan, seperti PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. PT. Nutrifood Indonesia, PT. Sierad Produce Tbk., PT. Vanadia Utama, Cimory, Sekolah, Universitas, dan Badan Pemerintahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini