nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmu Hukum Juga Diterpa Revolusi 4.0 hingga 5.0, Ada 4 Tantangannya

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Senin 04 November 2019 17:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 04 65 2125614 ilmu-hukum-juga-diterpa-revolusi-4-0-hingga-5-0-ada-4-tantangannya-hqe7tmcYgf.jpg Dies Natalis Fakultas Hukum UI. (Foto: Okezone.com/Dok. UI)

JAKARTA - Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) Edmon Makarim mengungkapkan tantangan yang dihadapi ilmu hukum di tengah era industri 4.0 hingga memasuki industri 5.0. Ada empat hal pokok yang disampaikan Edmon dalam orasi ilmiah dalam acara acara Dies Natalis yang ke-95 di Auditorium Djokosoetono.

Baca Juga: Punya Smart Classroom, Mahasiswa FTUI Bisa Lihat Rekaman Perkuliahannya

Ilmu Hukum

Dia mengatakan, semua lini kehidupan saat ini menggunakan informasi dan komuniikasi secara elektronik. Terdapat empat hal pokok yang patut untuk disoroti karena menjadi tantangan barudi era industri 4.0 bahkan mulai memasuki era 5.0 di beberapa negara.

Pertama, evolusi sistem pendidikan hukum. Kedua, kritisi pemikiran kembali posisi Ilmu Hukum itu sendiri dan implikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi Ilmu Hukum.

Ketiga, catatan komparatif terhadap sistem pendidikan Ilmu Hukum di Indonesia dengan sistem yang diterapkan di negara-negara lain untuk melihat kebutuhan reformasi pendidikan tinggi Ilmu Hukum, dan kebutuhan reformasi hukum dalam konteks menghadapi industri 4.0 hingga 5.0.

Baca Juga: IMuseum Imeri Didapuk sebagai Museum Cerdas, Isinya Apa Saja?

Tak hanya itu, poin keempat bahwa setelah reformasi, dinamika masyarakat yang bebas dan pesatnya implementasi teknologi informasi serta tumbuh berkembangnya digital ekonomi, menuntut tersedianya lulusan yang kreatif dan inovatif dalam menjawab kebutuhan pasar yang didominasi oleh fenomena digital tersebut.

“Dalam era reformasi, reformasi hukum yang seharusnya dapat dipimpin dan didorong oleh lembaga pendidikan tinggi hukum justru diambil alih dan dikendalikan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM atau civil society organisation, CSO),” ujar Edmon, dilansir dari laman resmi UI, Senin (4/11/2019).Sarjana Hukum dituntut mampu untuk mengkritisi, menganalisis dan mengevaluasi apakah suatu rumusan hukum telah benar secara tekstual dan mampu menerapkannya secara kontekstual sebagai keadilan di tengah masyarakat.Dengan kata lain pendekatan hukum tidak hanya deskriptif melainkan lebih kepada preskriptif untuk memastikan bahwa kepastian hukum adalah sesuai dengan keadilan yang seharusnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini