nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Pemerasan pada Turis, Pemkot Berlin Jerman Larang Aktor Kenakan Seragam Militer AS

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 09:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 05 18 2125834 cegah-pemerasan-pada-turis-pemkot-berlin-jerman-larang-aktor-kenakan-seragam-militer-as-qgjV2DUhoJ.jpg Seseorang memotret aktor yang mengenakan seragam militer AS di Check Point Charlie, Berlin, Jerman. (Foto/Reuters)

BERLIN – Pemerintah kota Berlin, Jerman melarang aktor mengenakan seragam militer AS di Checkpoint Charlie, yang merupakan ikon Perang Dingin di kota tersebut.

Malansir BBC, Selasa (5/11/2019) pihak berwenang mengatakan para aktor meminta uang kepada para turis yang ingin berfoto dengan mereka.

Checkpoint Charlie, merupakan pos pemeriksaan satu-satunya persimpangan bagi orang asing dan pasukan sekutu ketika kota itu terbagi menjadi Berlin Timur dan Barat. Kota dipisahkan oleh Tembok Berlin dari tahun 1961-1989.

Baca juga: Kota Dresden Jerman Tetapkan Status Darurat Nazi

Baca juga: Kekejaman Laboratorium di Jerman Siksa Binatang saat Menjalani Tes 

Larangan mengenakan seragam militer AS muncul usai Jerman merayakan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin, tembok yang dibangun untuk mencegah penduduk Jerman Timur yang Komunis melarikan diri ke Barat.

Pihak berwenang di distrik pusat kota Mitte mencabut lisensi pertunjukan sekelompok pemain yang dikenal sebagai Dance Factory, surat kabar Bild melaporkan.

Para aktor berdalih mereka hanya menerima sumbangan sukarela dari para wisatawan untuk berfoto dan perangko paspor suvenir.

Namun operasi penyamaran oleh polisi yang menyamar sebagai turis mendapati bahwa para pelaku menuntut bayaran 4 Euro (sekira Rp63 ribu) dan secara verbal melecehkan para turis yang menolak membayar.

Grup yang ingin mengenakan biaya untuk pertunjukan semacam itu memerlukan izin khusus di Berlin.

Orang-orang yang meniru tentara AS telah berada di Checkpoint Charlie selama hampir 20 tahun, bekerja secara bergiliran untuk berpose bersama turis.

Tetapi banyak warga Berlin tidak senang dengan pertunjukan itu, di mana topi bulu palsu Soviet Red Army, masker gas dan potongan-potongan Tembok Berlin dapat ditemukan untuk dijual.

Langkah ini menggemakan keputusan mulai tahun 2015, ketika otoritas di Roma, ibu kota Italia melarang orang menyamar sebagai prajurit Romawi kuno, bersama dengan calo tiket dan pengemudi becak sepeda, dari Colosseum, Forum dan situs wisata utama lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini