nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Kuliah di Eropa? 3 Pertanyaan Ini Sering Paling Populer

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 09:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 05 65 2126140 ingin-kuliah-di-eropa-3-pertanyaan-ini-sering-paling-populer-iMTqVJXuL8.jpg Ilustrasi Mahasiswa. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)

JAKARTA – Ada beberapa hal yang mesti disiapkan saat memutuskan untuk kuliah di luar negeri seperti Eropa. Kita bisa belajar dari pengalaman Thi Ngoc Nu Nguyen, mahasiswa asal Vietman, yang sempat kebingungan untuk memutuskan kuliah di Eropa.

Persoalan yang dihadapinya adalah tidak tahu harus mengambil jurusan apa saat mendaftar sebagai mahasiswa sarjana ke salah satu kampus di kampus Eropa. Menjadi calon mahasiswa internasional di Eropa biasanya bingung mencari informasi tentang program studi. Bagaimana memilih jurusan, dan kapan mendaftar.

Baca Juga: Kenapa Anak SD Pilih Jadi Youtuber Ketimbang Dirjen Pajak?

Melalui bimbingan dari staf Faculty of Theology and Religious Studies di Catholic University of Leuven, Belgia, akhirnya Nguyen memutuskan untuk mengambil jurusan bidang teologi dan agama sebagai sarjana muda.

Berikut 3 jawaban dari pertanyaan yang sering diajukan sebelum kuliah di Eropa, seperti dikutip USNews, Rabu (6/11/2019).

1. Kapan Memilih Jurusan?

Waktu pemilihan jurusan bervariasi, tergantung universitas yang dituju. Misalnya sebagian besar Universitas di Inggris mengharuskan seluruh calon mahasiswa untuk memilih jurusan ketika mendaftar.

Berbeda dengan kampus di Skotlandia yang masih memiliki kerenggangan dalam memilih jurusan. Universitas Skotlandia dapat memilih jurusan di tahun pertama atau kedua dalam studi.

Kuliah di Eropa

Sementara itu, bila di University of Amsterdam di Belanda menawarkan mahasiswa internasional untuk mendapat bantuan dalam memilih jurusan, yang harus dipilih saat mendaftar. Dua kali setahun, universitas mengadakan pembukaan supaya siswa dapat menghadiri sesi informasi serta mengobrol dengan siswa lain dan penasihat tentang program yang menarik bagi mereka.

2. Perlukah Program Studi Tambahan?

Calon mahasiswa internasional juga dapat mempertimbangkan untuk mengambil program studi tambahan tentang mata pelajaran tertentu. Karena program studi tambahan juga dapat membuat calon mahasiswa lebih kompetitif di pasar kerja global.

Baca Juga: Sri Mulyani: Anak SD Tak Ingin Jadi Dirjen Pajak, Tapi Youtuber

Juru Bicara Leiden University Caroline van Overbeeke mengatakan, di Belanda siswa dapat memilih program studi tambahan di tahun ketiga dari program sarjana tiga tahun.

“Manfaat memilih program studi tambahan yaitu menambah minat lain dan menjadi pelengkap studi sehingga memperdalam pemahaman mahasiswa di lapangan,” kata van Overbeeke.

Universitas menawarkan pilihan jurusan utama dan jurusan tambahan sehingga siswa dapat menghabiskan 75% waktu untuk mata pelajaran utama dan 25% sisanya untuk mata pelajaran tambahan.

3. Haruskah Mengambil Dua Jurusan Sekaligus?

Calon mahasiswa internasional dapat mempertimbangkan mengambil dua jurusan jika menyukai dua bidang studi. Ini berarti mahasiswa mempelajari dua bidang tetapi masih lulus dengan gelar tunggal.

Darja Lisjak, Kepala Humas University of Ljubljana di Slovenia, mengatakan mahasiswa dapat mendaftar dalam dua program gelar sekaligus.

"Di Inggris, kami memiliki program yang disebut 'penghargaan ganda' atau 'penghargaan bersama' yang dapat dikatakan seperti dua jurusan,” ungkap Alex O'Craik, juru bicara senior dan staf rekrutmen untuk University College London melalui email.

O'Craik mengatakan mahasiswa dalam program gelar ini mengambil jumlah kredit setara dengan program utama yang mengarah ke gelar sarjana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini