nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belanda Akui Tewaskan Hingga 70 Warga Sipil dalam Serangan Udara di Irak

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 11:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 06 18 2126338 belanda-akui-tewaskan-hingga-70-warga-sipil-dalam-serangan-udara-di-irak-wu6mfsmfR8.jpg Foto: Reuters.

AMSTERDAM – Pemerintah Belanda mengakui terlibat dalam serangan udara yang menewaskan hingga 70 orang di utara Irak pada 2015. Bom yang dijatuhkan jet tempur F-16 Belanda dikonfirmasi telah menewaskan warga sipil, termasuk di antaranya anak-anak.

Dalam surat kepada parlemen pada Senin, Kementerian Pertahanan Belanda mengatakan bahwa serangan udara yang menargetkan pabrik bom kelompok teror Negara Islam (IS) di Irak utara menewaskan sekitar 70 orang, "termasuk militan IS dan warga sipil".

Menteri Pertahanan Anna Bijleveld-Schouten mengatakan sebuah bom yang dijatuhkan oleh pesawat tempur F-16 Belanda menghantam fasilitas di Hawija, dekat kota Kirkuk di Irak utara, pada 2 Juni 2015. Fasilitas itu berada di lokasi industri dan "intelijen yang tersedia di Belanda tidak mengantisipasi kematian warga sipil karena tidak ada warga sipil yang tinggal di daerah dekat target."

"Setelah serangan itu, ada sejumlah ledakan sekunder dan lebih besar yang tidak dapat diantisipasi dari serangan sebelumnya pada target yang sama," lanjut surat itu sebagaimana dilansir Deutsche Welle. "Ini menyebabkan penghancuran sejumlah besar bangunan lain".

Pemerintah Belanda sebelumnya tidak memberikan perkiraan rinci jumlah kematian di Hawija. Penyelidikan oleh stasiun penyiaran Belanda NOS dan surat kabar NRC Handelsblad terhadap serangan udara itu menyimpulkan bahwa semua 70 korban adalah warga sipil, meskipun Kementerian Pertahanan menolak untuk mengonfirmasi hal itu.

Selain itu, Kementerian Pertahanan menjelaskan serangan udara terpisah di Kota Mosul, di mana sebuah bom menghantam sebuah rumah keluarga yang diduga merupakan markas IS, ternyata didasarkan pada intelijen yang salah. Empat orang diyakini tewas dalam serangan tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan, F-16 Belanda melancarkan sekira 2.100 serangan terhadap Irak sebagai bagian dari koalisi anti-IS antara Oktober 2014 dan 2018. Sebuah pernyataan lain mengatakan bahwa serangan di Mosul dan Hawija diselidiki oleh jaksa penuntut Belanda, yang tidak menemukan dasar untuk penuntutan lebih lanjut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini