nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tembak dan Tusuk Petugas, Bandar Narkoba AS Kabur dari Pengadilan Thailand

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 13:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 06 18 2126403 tembak-dan-tusuk-petugas-bandar-narkoba-as-kabur-dari-pengadilan-thailand-FfY3HCkSL3.jpg Ilustrasi.

PATTAYA - Tiga tersangka kasus narkoba, termasuk seorang warga Amerika Serikat (AS), menembak dan menikam dalam upaya mereka kabur dari pengadilan Thailand. Ketiganya berhasil melarikan diri dengan menggunakan mobil.

Pada Rabu, AFP melaporkan bahwa ketiga tersangka masih buron lebih dari 24 jam setelah lari dari ruang sidang pengadilan Pattaya pada Senin. Direktur Jenderal Departemen Pemasyarakatan Naras Savestana mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ketiga tersangka dibelenggu ketika mereka melarikan diri.

BACA JUGA: Tersangka Perampokan Berusaha Kabur dengan Lompat dari Lantai 3 Gedung Pengadilan

Petugas kepolisian tengah menyisir kota resor pantai, yang terletak dua jam di tenggara Bangkok itu untuk menemukan tersangka.

"Jika mereka melawan... para petugas harus melakukan tindakan tegas," kata Juru Bicara Kantor Polisi Nasional, Krissana Pattanacharoen, sebagaimana dilansir AFP, Rabu (6/11/2019).

Pernyataan dari Departemen Koreksi Thailand mengidentifikasi warga AS itu sebagai Bart Allen Helmus, berusia 40 tahun, yang diyakini sebagai orang yang menikam penjaga. Dua lainnya adalah istrinya, Sirinapa Wisetrit, dan seorang lelaki Thailand bernama Noi, atau Tone, Nilthes. Ketiganya telah dituduh memiliki obat-obatan berbahaya dengan maksud untuk dijual.

BACA JUGA: Mengamuk di Tempat Umum dan Lukai Turis Hong Kong Serta Warga Lokal, Pria Rusia Ditahan Polisi Thailand

Helmus dan istrinya ditangkap pada Juli setelah sebuah operasi jebakan di mana seorang polisi yang menyamar membeli 10 gram kristal metamfetamin dari mereka. Polisi mengatakan mereka menyita hampir satu kilogram obat terlarang, pistol dengan 200 peluru dan uang 205.500 baht (sekira Rp95 juta) dalam bentuk tunai.

Pasangan itu menghadapi dakwaan hukuman mati untuk perdagangan narkoba, meskipun hukuman tersebut jarang dilakukan di Thailand.

Krissana mengatakan kerabat ketiga tersangka telah dihubungi untuk mencoba dan mendesak mereka untuk menyerah dan menghindari penggunaan kekerasan oleh polisi. Bangkok Post mengatakan mobil yang mereka gunakan telah ditemukan ditinggalkan di distrik terdekat dan dua orang yang diduga membantu pelarian telah ditangkap.

Pihak berwenang mengatakan lelaki Thailand itu entah bagaimana bisa mengambil senjata dan pisau dan menggunakannya untuk menyerang seorang polisi, membuat ketiganya dapat melarikan diri. Petugas yang diserang sedang dalam pemulihan.

Pattaya adalah tujuan wisata yang populer tetapi juga terkenal karena tingkat kejahatan, menarik sejumlah penjahat warga asing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini