nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kawanan Bersenjata Bunuh 15 Orang di Thailand Selatan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 14:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 06 18 2126448 kawanan-bersenjata-bunuh-15-orang-di-thailand-selatan-pBGoirz6ZT.jpeg Petugas keamanan Thailand memeriksa lokasi penembakan. (Foto/Reuters)

BANGKOK – Kawanan bersenjata menyerbu pos pemeriksaan keamanan di Thailand selatan yang mayoritas penduduknya Muslim dan menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk seorang perwira polisi dan banyak sukarelawan, kata pihak berwenang mengutip Reuters, Rabu (6/11/2019).

Serangan yang terjadi di Provinsi Yala itu menjadi yang terburuk di wilayah itu.

Baca juga: Tembak dan Tusuk Petugas, Bandar Narkoba AS Kabur dari Pengadilan Thailand

Baca juga: Lebih dari 10 Hari Hilang, Jutawan Thailand Ditemukan Jadi Mayat Dalam Kulkas

Para penyerang juga menggunakan bahan peledak dan paku yang disebar di jalan demi memperlambat pengejaran oleh petugas keamanan.

"Ini sepertinya pekerjaan para pemberontak," kata Kolonel Pramote Prom-in, juru bicara keamanan regional kepada Reuters.

"Ini adalah salah satu serangan terbesar dalam beberapa waktu tahun terakhir."

Foto/Reuters

Namun, tidak ada kelompok yang mengklaim tanggungjawab atas serangan itu.

Pemberontakan separatis yang telah berlangsung satu dasawarsa di provinsi Yala, Pattani, dan Narathiwat yang sebagian besar penduduknya beragama Buddha di Thailand telah menewaskan hampir 7.000 orang sejak 2004, kata Deep South Watch, sebuah kelompok yang memantau kekerasan di wilayah itu.

Provinsi, yang dimiliki oleh kesultanan Muslim Melayu sebelum Thailand mencaploknya pada tahun 1909, adalah 80 persen Muslim, sedangkan mayaroritas warga Thailand beragama Budha.

Beberapa kelompok pemberontak di Thailand selatan mengatakan mereka berjuang untuk mendirikan negara.

Pihak berwenang menangkap beberapa tersangka dari wilayah itu pada Agustus lalu karena serangkaian bom kecil yang diledakkan di Bangkok, ibu kota Thailand.

Kelompok pemberontak utama, Barisan Revolusi Nasional (BRN), membantah bertanggung jawab atas pemboman Bangkok, yang melukai empat orang.

Pada bulan Agustus, kelompok itu mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah mengadakan pertemuan pendahuluan rahasia dengan pemerintah, tetapi setiap langkah menuju proses perdamaian tampaknya buntu setelah wakil perdana menteri menolak permintaan mereka membebaskan tahanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini