nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Patung Keberuntungan Jatuh, Kepala Desa Tewas Terjepit di Thailand

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 09:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 06 18 2126660 patung-keberuntungan-jatuh-kepala-desa-tewas-terjepit-di-thailand-ISN9aNX40I.jpg Patung jatuh akibat fondasi yang tak kuat. (Foto: Viral Press/Daily Mail)

KHON KAEN - Sebuah patung di Thailand jatuh menewaskan kepala desa yang didaulat untuk meresmikan monumen tersebut.

Melansir Daily Mail, Rabu (6/11/2019) Kepala Desa itu bernama Saman Chanthayothi (52). Dia adalah tamu kehormatan pada upacara perempian patung di Khon Kaen.

Patung itu dimaksudkan untuk membawa keberuntungan bagi penduduk setempat.

Namun ketika kepala desa menarik kain yang menutup patung, fondasinya retak dan patung raksasa itu raksasa jatuh menimpa kepala Saman hingga dia terjepit.

Baca juga: Dipaksa Jatuhkan Hukuman Mati, Hakim Thailand Tembak Dadanya Sendiri di Pengadilan

Baca juga: Raja Thailand Pecat 6 Pejabat Istana karena Perilaku Sangat Jahat

Warga panik, tetapi debu yang mengepul membuat mereka kesulitan untuk beberapa saat. Saat debu mulai memudar, mereka melihat kepala desa terperangkap dan sudah tewas.

Foto/Daily Mail

Warga tidak dapat mengangkat monumen setinggi 4 meter itu. Akhirnya mereka menunggu layanan darurat untuk mengangkat patung dengan derek.

“Saya berdiri di samping Saman ketika dia membuka kain. Tiba-tiba saya mendengar suara retakan dan orang-orang panik. Mereka berlarian,” kata Surapol Thepboonma warga setempat.

Ia melanjutkan, "Kami berkumpul di sekitar patung yang jatuh setelah debu hilang, kami terkejut menemukan kepala desa kami terbaring mati di bawah patung dengan kondisi kepalanya hancur."

Petugas kepolian setempat Supachai Leekhaosoong tiba di tempat kejadian bersama paramedis, dan sukarelawan penyelamat.

Mereka menemukan bahwa dasar beton patung itu tidak cukup kuat menopang patung hingga menyebabkan monumen jatuh.

Keluarga membawa jenazah ke kuil untuk diadakan di sana untuk upacara keagamaan. Mereka menerima penjelasan bahwa kematian itu murni kecelakaan dan tidak meminta penyelidikan lebih lanjut.

(fzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini