nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kolaborasi Kunci Penting Membangun Indonesia Society 5.0

Hambali, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 04:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 06 65 2126251 kolaborasi-kunci-penting-membangun-indonesia-society-5-0-bLyKRjUXPV.jpg Dekan FE UT Ali Muktiyanto dan VP Capital Human Strategic Management Telkom and Board of Commissioners PT. PINS, Dwi Heriyanto (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL - Dunia saat ini tengah berlomba memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi digital ke dalam kehidupan manusia. Jika sebelumnya globalisasi mengarah pada industri 4.0, maka kini kemajuan itu sudah merambah pada konsep revolusi industri baru, yakni Society 5.0 sebagaimana digaungkan negara Jepang.

Lalu bagaimana merumuskan konsep Society 5.0 di Indonesia? sementara  industri 4.0 saja belum sepenuhnya berjalan optimal. Menjawab tantangan itu, Universitas Terbuka (UT) Jakarta menggelar seminar internasional bertema "Indonesian Society in 5.0 : Innovation Challenges and Opportunities"

Hadir pembicara dari dalam dan luar negeri, yaitu Dwi Heriyanto selaku VP. Human Capital Strategic Management TELKOM and Board of Commissioners PT. PINS, Datok Yusof Kasim dari Universiti Kebangsaan Malaysia, serta Masatsugu Nemoto dari Chungbuk National University, Korea.

Dalam penjelasannya, Dwi Heriyanto mengungkapkan, bahwa Indonesia harus mengikuti perkembangan baru era digitalisasi, seperti industri 5.0. Mengantisipasinya tentu bukan hal sederhana, melainkan butuh kajian mendalam dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan.

"Yang terpenting dalam membangun Society 5.0 adalah kolaborasi," katanya kepada Okezone di UT Convention Centre, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (23/10/2019).

Dwi pun memaparkan, kolaborasi yang dimaksud adalah pelibatan beberapa instrumen penting, yakni akademisi dengan riset-risetnya, pengelola bisnis, serta pemerintah yang mengatur kebijakannya. Dengan begitu, kolaborasi menjadi pondasi awal menuju Indonesia Society 5.0.

"Dari ketiga hal itu, peranan goverment sangat penting. Maka nya yang terpenting untuk menuju Society 5.0 itu di awalnya kita berkolaborasi antara akademisi, bisnis, dan government," terangnya.

Sementara, Dekan Fakultas Ekonomi UT, Ali Muktiyanto, menyebutkan, hasil seminar ini diharapkan mampu mendorong peserta dari akademisi, praktisi dan mahasiswa untuk saling memberikan kontribusi pemikiran secara luas menyongsong Society 5.0. Nantinya, kajian itu akan diserahkan kepada pemerintah sebagai rujukan untuk ditindaklanjuti.

"Kita berharap, hasil dari seminar ini akan kita kirimkan ke pihak-pihak yang terkait untuk menjadi bahan pertimbangan. Bahwa memang ini adalah keniscayaan, kalau kita tidak (menyiapkannya) kita akan terdistrupsi. Jika tidak mengantisipasinya, kita akan ketinggalan, kita akan kalah," ucapnya. (adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini