nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tekan Kematian Anak-Ibu Cukup Tinggi, Mahasiswa ini Ciptakan m-Health

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 15:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 06 65 2126487 tekan-kematian-anak-ibu-cukup-tinggi-mahsiswa-ini-ciptakan-m-health-ne7RxjGU1t.jpg Ilustrasi Ibu dan Anak. (Foto: Okezone.com/Pexels)

JAKARTA - Tim Pengabdi Masyarakat yang beranggotakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tengah mengembangkan aplikasi m-Health bagi Bidan dan Kader. Program ini dilakukan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.

Hal ini didasarkan pada tingginya angka kesakitan dan kematian ibu dan anak yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat. mHealth merupakan aplikasi dalam bentuk formulir yang menggunakan platform Open Data Kit (ODK) berbasis android.

Baca Juga: Kurangi Limbah Plastik, 3 Mahasiswa Ciptakan Teknologi Mikrofilter

Aplikasi ini dilengkapi dengan pengembangan teknologi informasi tepat guna (mobile data collection) yang digunakan oleh kader dan bidan. Tujuannya untuk membantu kader dan bidan dalam mengumpulkan data di lapangan dan mengelola program kesehatan.

FKM UI Kembangkan Aplikasi untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak

Melalui aplikasi mHealth, pelayanan kesehatan dapat memperoleh informasi mengenai kondisi demografi dan kesehatan di populasi, memantau kesehatan dan demografi masyarakat, dan membantu dalam mengambil keputusan.

Baca Juga: Punya Smart Classroom, Mahasiswa FTUI Bisa Lihat Rekaman Perkuliahannya

Aplikasi mHealth ini dapat digunakan pada program-program kesehatan untuk memantau, mengevaluasi, dan memperbaiki program kesehatan ibu dan anak.

“Pengukuran kesehatan yang dilakukan sudah setengah jalan dalam menyelesaikan masalah kesehatan,” ujar Anggota Tim Pengmas dr. Kemal N. Siregar, SKM, MA, Ph.D, dilansir dari ui.ac.id (6/11/2019).

Tim Pengmas berharap, aplikasi mHealth ini dapat berperan dalam meningkatkan kualitas data kesehatan maternal, bayi baru lahir, dan balita. Mereka juga berharap agar pelaksanaan kegiatan pengmas ini dapat melibatkan para tenaga kesehatan untuk rutin memantau kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini