nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Eks Pegawai Twitter Dituduh Jadi Mata-Mata untuk Arab Saudi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 10:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 07 18 2126786 dua-pegawai-twitter-dituduh-jadi-mata-mata-untuk-arab-saudi-h1dQYa2gir.jpg Foto: Reuters.

SAN FRANCISCO - Dua mantan pegawai Twitter telah didakwa di Amerika Serikat (AS) atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk Arab Saudi. Tuntutan yang diungkap di San Francisco pada Rabu, menuduh agen Saudi mencari informasi pribadi tentang para pengkritik Kerajaan yang dikenal dan pengguna Twitter lainnya.

Dokumen pengadilan yang diterbitkan oleh Washington Post menyebut kedua terdakwa sebagai Ahmad Abouammo, warga negara AS, dan Ali Alzabarah, dari Arab Saudi. Orang ketiga, warga negara Saudi, Ahmed Almutairi, juga dituduh sebagai mata-mata.

Tuntutan pengadilan menuduh Almutairi bertindak sebagai perantara antara dua karyawan Twitter dan pejabat Saudi.-

Ahmad Abouammo muncul di pengadilan Seattle pada Rabu dan diserahkan ke tahanan sambil menunggu sidang berikutnya pada Jumat. Dia juga didakwa memalsukan dokumen dan membuat pernyataan palsu kepada FBI.

Abouammo dikatakan telah meninggalkan pekerjaannya sebagai manajer kemitraan media untuk Twitter pada 2015.

Ali Alzabarah dan Ahmed Almutairi keduanya diyakini berada di Arab Saudi.

Alzabarah, mantan insinyur Twitter, dituduh mengakses data pribadi lebih dari 6.000 pengguna Twitter pada 2015 setelah direkrut oleh agen Saudi.

Penyelidik mengatakan bahwa dia dikonfrontasi oleh pengawasnya dan diberikan cuti administratif sebelum melarikan diri ke Arab Saudi dengan istri dan putrinya.

Dalam sebuah pernyataan, Twitter mengatakan bahwa pihaknya mengakui "sejauh apa tindakan yang akan diambil aktor-aktor jahat " untuk mencoba merusak layanannya.

"Kami memahami risiko luar biasa yang dihadapi oleh banyak orang yang menggunakan Twitter untuk berbagi perspektif mereka dengan dunia dan meminta pertanggungjawaban mereka yang berkuasa. Kami memiliki alat untuk melindungi privasi mereka dan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan vital mereka," kata perusahaan teknologi AS itu dalam pernyataan yang dilansir BBC, Kamis (7/11/2019).

Arab Saudi adalah sekutu penting AS di Timur Tengah.

Presiden Donald Trump telah mempertahankan hubungan dekat dengan kerajaan itu meskipun ada kecaman internasional menyusul pembunuhan jurnalis yang membangkang terhadap Riyadh, Jamal Khashoggi, tahun lalu. Khashoggi dibunuh dalam kunjungan ke konsulat Saudi di Istanbul.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini