nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Bernama Wiro Sableng Jadi Pahlawan Bencana di Kalbar

Ade Putra, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 11:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 07 340 2126815 pria-bernama-wiro-sableng-jadi-pahlawan-bencana-di-kalbar-F1atNfQfZG.jpg Wiro Sableng Jadi Anggota SAR Kalbar (Foto: Okezone/Ocsya)

PONTIANAK - Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh dari berbagai guru selama petualangannya di dunia persilatan. Selain di novel, kisah Wiro juga ditayangkan di televisi dan layar lebar.

Namun siapa sangka, ternyata Wiro Sableng juga ada di Kalimantan Barat. Bahkan, dia selalu hadir untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana alam atau pun kecelakaan.

Ya, Wiro yang satu ini merupakan warga Kabupaten Sintang. Pria kelahiran Sintang 1997 itu merupakan anggota Potensi SAR (Search and Rescue). "Nama Wiro Sableng ini memang asli nama saya. Saya kan lahir di Sintang pada tahun 1997, saat itu film Wiro Sableng memang lagi tren, jadi saya dikasih nama Wiro Sableng oleh orang tua," tutur Wiro saat diwawancarai usai mengikuti simulasi penanganan Operasi SAR Kantor SAR Pontianak.

Wiro Sableng SAR

Anak bungsu dari lima bersaudara ini menambahkan, suka dan duka memiliki nama Wiro Sableng memang ada. Dikatakan Wiro, kalau sukanya disaat menjadi terkenal di lingkungan tempat tinggal dan kerja. "Banyak yang ajakin foto kalau saya pakai seragam yang ada namanya," tutur dia.

Namun lanjut Wiro, dukanya adalah ketika dia sering diejekin oleh orang-orang. "Tapi menurut saya, ejekan itu hal yang biasa," katanya. Dikatakan Wiro, hanya namanya saja yang sama. Namun, karakternya tentu beda dengan aktor Wiro Sableng yang menjadi idola ayahnya. "Saya tak punya kapak," candanya.

Wiro merupakan anggota Satpol PP Kabupaten Sintang sejak 2018 lalu. Setahun kemudian, dia tertarik berabung menjadi anggota Potensi SAR. Tepat pada awal tahun 2019. "Yang membuat tertarik bergabung menjadi anggota Potensi SAR adalah, ketika saya banyak dapat pengalaman dan pengetahuan. Bisa menolong orang," katanya.

Bergabung menjadi anggota Potensi SAR, diakui dia, tidak mengganggu kerjaan utamanya sebagai anggota Satpol PP. "Tidak. Saya senang ketika ada yang memerlukan Potensi SAR. Namun saya tetap selesaikan kerjaan utama saya dahulu," ujarnya.

Pada simulasi Operasi SAR di Sungai Kapuas kemarin, Wiro menjadi pusat perhatian dari berbagai unsur yang hadir dalam kegiatan tahunan tersebut. Karena, name tag bertulisan Wiro Sableng itu terpampang jelas di dada kanannya. "Benar, ini benar nama saya. Bukan bohong-bohong," tegasnya lagi.

Wiro, merupakan satu dari 29 anggota Potensi SAR dari Sintang yang mengikuti simulasi tersebut. Ia mengaku terus fokus mengikuti sulimulasi ini agar bisa memantapkan pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan operasi SAR sesungguhnya. "Saya terus belajar, karena baru sekali evakuasi korban tenggelam di Kabupaten Sanggau," tutupnya.

SAR Kalbar

Di tempat yang sama, Kepala Kantor SAR Pontianak, Hery Marantika mengatakan bahwa dalam simulasi operasi SAR ini seolah-olah Kapal Yacth Morning Star dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Sitinjan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (6/11/2019) pagi.

Sepuluh warga negara asing (WNA) yang ada di dalamnya ikut tenggelam. Sembilan WNA selamat, dan satu WNA meninggal dunia katena tenggelam. "Nama kapal itu fiktif. Yang memerankan WNA pun adalah teman-teman dari Potensi SAR," kata Hery.

Kemudian, sambung Hery, simulasi ini dimulai dengan tahapan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak mendapat informasi adanya sepuluh WNA yang butuh pertolongan.

Tim SAR dibantu Potensi SAR yang ada dari berbagai unsur dikerahkan lengkap dengan peralatan dan armada. Seperti Rescue Boat 214 Pontianak, speedboat dan perahu karet. Hasil penyisiran, sembilan penumpang yang sempat terombang-ambing di perairan tersebut dapat diselamatkan. Sementara satu penumpang lainnya ditemukan tewas karena tengggelam.

SAR Kalbar

Hery menambahkan, tahapan demi tahapan yang dilalui sehingga berhasil menemukan sepuluh korban tenggelam ini merupakan bagian dari simulasi. "Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah simulasi penanganan operasi SAR terkait kecelakaan kapal. Nah kita ilustrasikan bahwa terjadi kecelakaan terjadap Kapal Yacth Morning Star. Kapal itu mengalami kandas dan terjadi bocor sehingga tenggelam," jelas Hery.

Dalam skenario simulasi ini, kata Hery, penumpang di atas kapal yang tenggelam itu ada sepuluh WNA. Mereka, sambungnya, perlu penanganan khusus untuk segera dievakuasi dan selamatkan. "Maka dari itu kami dari unsur Basarnas serta unsur Potensi SAR baik itu TNI, Polri, Pemda serta lainnya bergabung menjadi satu tim untuk melaksanakan operasi penyelamatan kapal ini," tuturnya.

Simulasi ini tak langsung pada proses penyelamatan saja. Tapi prosesnya secara bertahap. Memperagakan seperti penyelamatan sebenarnya. Mulai dari tim SAR mendapat laporan, mengecek informasi, merapatkan semua unsur SAR untuk bergerak, terjun ke lokasi dan lain sebagainya.

"Tahapan demi tahapan tadi, sudah kita lakukan dan tunjukkan ke unsur Potensi SAR. Dengan harapan, apa yang kita tampilkan tadi dapat dijadikan satu pembelajaran serta pemahaman dan akhirnya pada satu tindakan untuk pelaksanaan operasi SAR," ujar Hery.

Simulasi ini, tadinya dilakukan di perairan Sungai Kapuas, Kota Pontianak. Seolah itu adalah perairan Pulau Sitinjan. Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi, langsung melakukan penyisiran.

"Seperti yang kita lihat, sembilan penumpang berhasil diselamatkan. Semua selamat, hanya trauma. Sementara satu penumpang ditemukan tenggelam dan meninggal. Korban meninggal berhasil dievakuasi dua penyelam kita," papar Hery.

SAR Kalbar

Lanjutnya mengungkapkan, simulasi kali ini hanya dilakukan khusus penyelamatan di perairan. Nantinya juga akan dilakukan simulasi penyelamatan di daratan. "Kejadian ini kita ilustrasikan di perairan. Karena geografis daripada Kalimantan Barat ini hampir semuanya kecelakaan terjadi di perairan. Artinya kita harus memperkuat dulu penanganan operasi SAR pencarian di perairan," ujarnya.

Namun demikian, kata Herry, simulasi di kawasan lainnya juga akan dilakukan. Seperti di hutan dan gunung. "Khusus simulasi ini, personel dari unsur Basarnas ada 72 orang. Ada yang kita standby di ruang pengerahan pengendalian operasi, sebagian ada di posko dan di kapal untuk melakukan pencarian," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini