nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Nelayan Korea Utara Bunuh 16 Rekannya saat Mencari Ikan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 11:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 08 18 2127293 dua-nelayan-korea-utara-bunuh-16-rekannya-saat-mencari-ikan-D8h6bjwREJ.jpg Bendera Korea Utara. (Foto/Reuters)

SEOUL - Dua nelayan Korea Utara yang dicurigai membunuh 16 anggota awak sebelum melarikan diri ke Korea Selatan, telah dikembalikan ke Korea Utara.

Mereka melintasi perbatasan laut dan kemudian ditahan oleh pihak berwenang di Korea Selatan.

Korea Selatan biasanya memberikan suaka kepada para pembelot tetapi mengatakan bahwa dalam kasus ini, kedua orang itu menjadi ancaman bagi keamanan nasional.

Baca juga: Negosiator Korea Utara yang Dilaporkan Telah Dieksekusi Ternyata Masih Hidup

Baca juga: Rusia Tembaki Kapal Ikan Korea Utara, 5 Nelayan Terluka

Mereka diperlakukan sebagai penjahat dan dikirim kembali.

Setelah melewati perbatasan dengan kapal penangkap cumi-cumi, perlu waktu dua hari bagi angkatan laut Korea Selatan untuk menangkap kedua pembunuh.

Melansir BBC, Jumat (8/11/2019) kantor berita Yonhap yang mengutip para pejabat berwenang, keduanya mengaku bahwa mereka dan seorang pria lain membunuh kapten kapal pada akhir Oktober karena tidak sikap dengan sikap atasannya yang keras.

Mereka kemudian membunuh anggota awak lainnya, satu per satu. Mayat-mayat itu dibuang ke laut.

Tiga tersangka pada awalnya kembali ke Korea Utara, tetapi ketika salah satu dari mereka ditangkap oleh polisi setempat di sebuah pelabuhan, dua lainnya memutuskan untuk melarikan diri dengan kapal mereka ke Korea Selatan.

Kementerian unifikasi di Seoul mengatakan kepada BBC, "Kami tidak memercayai niat mereka untuk membelot." Kementerian menganggap keduanya sebagai "penjahat serius".

Kedua lelaki berusia 20-an itu diserahkan ke Korea Utara di desa perbatasan Panmunjom di zona demiliterisasi, katanya.

Ini adalah deportasi pertama Korea Selatan ke Korea Utara melalui Panmunjom. Tidak ada perjanjian ekstradisi antara Utara dan Selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini