nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angkat Selingkuhan Jadi Penasehat Senior, Pejabat PBB yang Mengurusi Pengungsi Palestina Dipecat

Jum'at 08 November 2019 17:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 08 18 2127430 angkat-selingkuhan-jadi-penasehat-senior-pejabat-pbb-yang-mengurusi-pengungsi-palestina-dipecat-HMJTDz8kO7.jpg Pierre Krahenbuhl. (Foto/Reuters)

YERUSALEM - Seorang pejabat senior PBB yang mengurusi masalah pengungsi Palestina, Pierre Krahenbuhl dipecat setelah diketahui melaui penyelidikan bahwa dia mengangkat selingkuhannya untuk jabatan penting agar dia bisa ikut dalam perjalanan kunjungan kerja.

Krahenbuhl sebelumnya adalah kepala badan bernama UNRWA, sebuah badan yang mengurusi para pengungsi Palestina dengan pangkat Commisioner General.

"Commissioner-General sudah diberhentikan sambil menunggu proses penyelidikan diselesaikan," kata PBB dalam sebuah pernyataan mengutip ABC Australia, Jumat (8/11/2019).

Krahenbuhl dituduh tidak mengindahkan proses pengangkatan pegawai ketika dia mengangkat seorang perempuan untuk menjadi penasehat senior, sehingga perempuan tersebut bisa menemaninya dalam perjalanan bisnis.

Perempuan tersebut adalah selingkuhannya.

Baca juga: Sekjen PBB Minta Negara-Negara Asia Berhenti Gunakan Batubara untuk Atasi Perubahan Iklim

Baca juga: Krisis Keuangan, PBB Tak Bisa Bayar Gaji Karyawan

Krahenbuhl juga dituduh banyak melakukan perjalanan, tinggal di hotel mewah, sementara mengatakan bahwa UNRWA sangat memerlukan bantuan dana, setelah Amerika Serikat menghentikan pendanaan bagi lembaga tersebut di tahun 2018.

Sebuah laporan yang masuk ke PBB yang kemudian dibocorkan ke media mengatakan bahwa Krahenbuhl menghabiskan sekitar 28-29 hari setiap bulannya, meninggalkan kantor pusat lembaga tersebut di Yerusalem.

Dia juga tidak mengindahkan aturan lain sehingga dia bisa membawa selingkuhannya melakukan perjalanan bisnis beersamanya.

Krahenbuhl sendiri telah membantah tuduhan tersebut dan mengatakan itu semua adalah 'tuduhan tidak berdasar' dan mengatakan penyelidikan oleh PBB belum lagi mencapai kesimpulan.

UNRWA dituduh banyak melakukan nepotisme

Selain Amerika Serikat yang sebelumnya menyumbang pendanaan 30 persen bagi UNRWA yang sekarang menghentikan pendanaan, beberapa negara lain juga sudah menghentikan pemberian dana.

PBB sendiri sedang menyelidiki tuduhan bahwa UNRWA melakukan nepotisme dan tindakan bullying terhadap staf senior UNRWA yang lain.

Salah satu kasus nepotisme dituduhkan terhadap mantan polisi asal Australia Robert Langride, yang sekarang menjadi Wakil Direktur UNRWA yang berkantor di Yordania.

Dia dituduh mendapatkan pekerjaan itu dengan 'cara tidak benar" karena istrinya Sandra Mitchell, yang pernah menjadi wakil ditrektur UNRWA dituduh berusaha agar suaminya mendapat jabatan senior di lembaga tersebut.

Langridge dan istrinya membantah tuduhan tersebut dalam pernyataan kepada Al Jazeera, yang memberitakan tuduhan ini pertama kalinya.

Namun PBB mengatakan bahwa ada berbagai masalah yang mereka temukan di UNRWA.

UNRWA adalah salah satu lembaga tertua di PBB didirikan untuk membantu ratusan ribu warga Palestina yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka akibat konflik Arab-Israel tahun 1948-1949.

Lembaga tersebut memberikan bantuan makanan, layanan kesehatan dan layanan lain ke sekitar 5,4 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Suriah dan Lebanon.

Mandat UNRWA harus diperbarui tiap tiga tahun dan akan disidangkan di Majelis Umum PBB bulan Desember 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini