nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengadilan India Menangkan Kelompok Hindu dalam Kasus Sengketa Masjid Babri

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 10 November 2019 10:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 10 18 2127962 pengadilan-india-menangkan-kelompok-hindu-dalam-kasus-sengketa-masjid-babri-h3WxzFiRDR.jpg Foto: Reuters.

NEW DELHI – Mahkamah Agung India pada Sabtu memberikan memutuskan memenangkan kelompok Hindu dalam kasus sebuah tempat suci yang disengketakan dengan kelompok Muslim yang juga mengklaim tanah tersebut. Kasus sengketa tersebut telah memicu sejumlah kerusuhan paling berdarah di India sejak kemerdekaannya.

Keputusan dalam perselisihan antara kelompok Hindu dan Muslim membuka jalan bagi pembangunan kuil Hindu di lokasi di Kota Ayodhya, utara India, sebuah proposal yang telah lama didukung oleh partai nasionalis Hindu yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

BACA JUGA: 16 Polisi India Divonis Seumur Hidup Atas Pembantaian Muslim Pada 1987

"Keputusan Mahkamah Agung hari ini telah memberikan pesan kepada bangsa tersebut bahwa bahkan masalah yang paling sulit dari semua berada dalam lingkup konstitusi dan dalam batas-batas sistem peradilan," kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam, menyerukan "sebuah India baru ”bebas dari kebencian, sebagaimana dilansir Reuters.

Dia sebelumnya men-tweet bahwa putusan pengadilan seharusnya tidak dilihat sebagai "menang atau kalah bagi siapa pun."

Putusan Sabtu, yang kemungkinan akan dipandang sebagai kemenangan bagi Partai Bharatiya Janata (BJP) PM Modi dan pendukungnya, dikritik sebagai tidak adil oleh pengacara untuk kelompok Muslim yang terlibat dalam kasus ini. Namun, pemimpin kelompok itu mengatakan bahwa mereka akan menerima vonis itu dan menyerukan perdamaian antara mayoritas Hindu dan Muslim India, yang merupakan 14 persen dari 1,3 miliar penduduknya.

Pada 1992, gerombolan Hindu menghancurkan Masjid Babri dari abad ke-16 di lokasi itu, memicu kerusuhan di mana sekitar 2.000 orang, kebanyakan dari mereka Muslim, terbunuh di seluruh negeri. Pengadilan untuk memperjuangkan kepemilikan situs kemudian digelar.

BACA JUGA: Tiga Politisi India Disidang Terkait Pembongkaran Masjid Kuno

Orang-orang Hindu percaya situs itu adalah tempat kelahiran Dewa Rama, sebuah inkarnasi fisik Dewa Hindu Wisnu, dan mengatakan situs itu suci bagi umat Hindu jauh sebelum Muslim Mughal, penguasa Islam paling terkemuka di India, membangun masjid Babri di sana pada 1528.

Lima hakim, yang dipimpin oleh Ketua Hakim Ranjan Gogoi, mencapai keputusan dengan suara bulat untuk menyerahkan plot lahan seluas 1,1 hektar, atau hampir setara dengan ukuran lapangan sepak bola itu, kepada kelompok Hindu. Pengadilan juga memerintahkan agar plot tanah lain seluas 2 hektar di Ayodhya diberikan kepada kelompok Muslim yang menentang kasus tersebut, meski putusan itu tidak cukup untuk meredam kritik dari mereka yang tidak puas.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini