Kasus NTT Fair, Uang Korupsi Dipakai untuk Sewa Mobil Alphard Gubernur

Adi Rianghepat, Okezone · Senin 11 November 2019 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 340 2128358 kasus-ntt-fair-uang-korupsi-dipakai-untuk-sewa-mobil-alphard-gubernur-y9PRY1pBQl.jpg Sekda NTT bersaksi untuk kasus NTT Fair (Foto: Okezone/Adi)

KUPANG - Uang korupsi proyek NTT Fair senilai Rp29 miliar ternyata dipakai juga untuk membayar sewa beli kendaraan dinas gubernur senilai Rp182 juta. Hal ini terungkap saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (11/11/2019).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Benediktus Polo Maing yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidengan untuk terdakwa Yulia Arfa mengaku mendapatkan uang senilai Rp100 juta dari terdakwa tersebut. Namun begitu bekas Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTT itu mengaku kalau awalnya tak mengetahui jika uang tersebut adalah fee proyek NTT Fair.

"Setelah ini baru saya tahu dari media kalau uang yang diberikan terdakwa adalah fee dari protek tersebut. Saya menyesal dan karena itu saya siap mengembalikannya," kata Ben demikian sapaan Benediktus Polo Maing saat bersaksi di pengadilan.

Ilustrasi

Dia juga mengatakan bahwa untuk kepentingan sewa beli mobil dinas gubernur yang akan diserahkan kepada Gubernur NTT saat itu Frans Lebu Raya adalah inisiatif pribadinya. "Ini semua inisiatif saya dan saya belum menyampaikan ke mantan gubernur Frans Lebu Raya," katanya.

Sidang yang menyita perhatian publik karena terseret nama bekas Gubernur NTT Frans Lebu Raya itu dipimpin majelsi hakim Dju Johnson Mira Mangngi selaku ketua didampingi hakim anggota Ari Prabowo dan Ali Muhtarom.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini