nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenang BJ Habibie, Ilmuwan Muda Kupas Sains untuk Biodiversitas Indonesia

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Senin 11 November 2019 13:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 11 65 2128317 kenang-bj-habibie-ilmuwan-muda-kupas-sains-untuk-biodiversitas-indonesia-vaxXIi9nBv.jpg Prof Jamaluddin (Foto: Adhyasta Dirgantara/Okezone)

JAKARTA – Hari ini tepat dua bulan wafatnya mantan Presiden BJ Habibie. Sosok yang identik dengan ilmuwan itu diperingati dengan mengupas sains untuk biodiversitas.

Ketua Studi Komite Buku Sains untuk Biodiversitas Indonesia Prof. Jamaluddin Jompa menuangkan tiga rekomendasi kegiatan ekonomi yang dapat dijadikan prioritas investasi Indonesia.

 Baca juga: Ini Kebiasaan BJ Habibie yang Dikagumi Sri Mulyani

Adapun ketiga rekomendasi tersebut yaitu sektor ekowisata, bioprospeksi untuk penemuan obat dan bioenergi, dan eksplorasi laut dalam. Pasalnya, kekayaan biodiversitas Indonesia memiliki potensi besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional serta membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Untuk itu, Prof. Jamaluddin mengatakan bahwa komitmen dibutuhkan untuk serius dalam investasi. Sebab, dengan begitu Indonesia bisa meraup keuntungan.

 Baca juga: Sri Mulyani: Kepintaran BJ Habibie Muncul karena Kebiasaan Membaca

"Kalau Indonesia betul-betul ingin berusaha sekeras mungkin dengan investasi yang sangat serius, salah satunya ternyata justru berada di laut dalam. Memang ini membutuhkan suatu komitmen yang besar tapi juga memberi dampak biaya yang besar dan sesuatu yang luar biasa," ujar Jamaluddin, dalam acara “Sains untuk Biodiversitas Indonesia" yang digagas Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Senin (11/11/2019).

"Kemudian ada beberapa hal detail untuk menempatkan sains dan teknologi untuk biodiversity yang kita harap dapat diadopsi oleh beberapa lembaga terkait," lanjutnya.

 Baca juga: Gaya Habibie Berkacamata Hitam di PT Pal Tahun 1985

Selain itu, Jamaluddin juga mengungkapkan isi dari buku tersebut. Di dalamnya, kita dapat menemukan bagaimana cara memanfaatkan biodiversitas untuk kesejahteraan bangsa.

"Buku ini tak hanya ingin menjelaskan bagaimana spesies dan gen biodiversitas, tetapi juga berkehendak untuk menerangkan bagaimana memanfaatkan biodiversitas yang ada sebagai tangible benefit untuk kesejahteraan bangsa," tutur Prof Jamaluddin.

Seperti diketahui, sosok Bacharuddin Jusuf Habibie begitu membekas dalam ingatan masyarakat. Peringatan BJ Habibie ini juga identik dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang diperingati setiap tahun. BJ Habibie selalu membawa spirit dan inspirasi bagi setiap peserta Hakteknas saat itu. Tak hanya spirit untuk berinovasi. Tapi juga kehangatan tawa dan tatapan mata jenakanya yang khas, serta pesan-pesannya terhadap generasi muda.

Terakhir kali, mendiang Habibie hadir dalam penyelenggaraan Hakteknas ke-23 yang digelar 9-12 Agustus 2018 di Pekanbaru, Riau. Habibie saat itu membuka kegiatan Ritech Expo sekaligus juga menjadi pembicara kunci. Pria yang dijuluki Mr Crack itu, bersama Menristekdikti dan Gubernur Riau Arsya Djuliandi Rachman didampingi Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im dan Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe sempat mengunjungi beberapa stan di antaranya PT LEN Industri, BUMN Industri Strategis, Pusdatin Kemenristekdikti, Ditjen Penguatan Inovasi, LAPAN dan stan tuan rumah Riau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini