nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Bambang Prioritaskan Riset dan Inovasi Bidang Kesehatan

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Senin 11 November 2019 16:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 11 65 2128419 menteri-bambang-prioritaskan-riset-dan-inovasi-bidang-kesehatan-82eKhvFY6n.jpg Bambang Brodjonegoro (Foto Okezone)

JAKARTA – Riset dan inovasi di bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Hal ini dikarenakan manfaat dari bidang tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang P. S. Brodjonegoro, sayangnya saat ini bahan baku obat-obatan dan alat kesehatan sebagian besar masih diimpor dari luar negeri. Padahal, Indonesia kaya akan sumber daya alamnya (SDA).

 Baca juga: Menristek: Perampingan Eselon Sangat Bisa Dilakukan

Dengan kekayaan SDA yang dimiliki, ia mendorong lembaga riset dan perguruan tinggi Indonesia untuk melakukan hal tersebut. SDA akan diolah dengan baik apabila dikelola oleh orang yang benar.

 Bambang Brodjonegoro

"Sumber daya alam yang besar ini belum kita manfaatkan dengan baik, misalnya untuk bahan baku obat. Kita masih mengimpor sekitar 90 % bahan baku obat untuk memenuhi perbaikan pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu melakukan perubahan paradigma pembangunan ke depan dengan SDM yang unggul dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini untuk mengubah paradigma pembangunan ekonomi kita dari Resource Based Economy ke Innovation Based Economy," ujarnya dalam acara Dies Natalis Universitas Airlangga (Unair) ke-65 dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (11/11/2019).

 Baca juga: Menristek Diisi Oleh Orang 'Awam', 5 Fakta Soal Debut Bambang Brodjonegoro

Ia mengatakan, perkembangan iptek di bidang kesehatan sangat dibutuhkan, sehingga menuntut kesiapan SDM dalam menguasai iptek tersebut dengan cepat. Fasilitas pelayanan kesehatan di dalam negeri juga harus ditingkatkan.

Tidak hanya itu, daya saing dan kemandirian industri farmasi dan industri alat kesehatan di Tanah Air juga perlu ditingkatkan.

 Baca juga: Menristek Bambang Panggil CEO Tokopedia Hingga Grab, Hasilnya Apa?

"Inovasi harus dilakukan melalui sinergi antara semua stakeholders nasional, yaitu dari akademisi, bisnis, dan pemerintah yang biasa disebut Triple-Helix," jelasnya.

Dukungan dari semua pihak diperlukan untuk pelaksanaan strategi riset dan inovasi. Strategi tersebut digunakan untuk membawa hasil-hasil riset menjadi inovasi, yang akan membantu industri kesehatan dan industri lain nasional dan mengembangkan bisnis-bisnis baru.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini