nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dies Natalis, Unej Dorong Mahasiswa Jadi Pahlawan Sesuai Bidangnya

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 15:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 12 65 2128841 dies-natalis-unej-dorong-mahasiswa-jadi-pahlawan-sesuai-bidangnya-jOjKDrVmeV.jpg Ilustrasi kampus (Reuters)

JAKARTA – Merayakan ulang tahun ke-55 Universitas Jember mengadakan serangkaian kegiatan. Dibuka dengan pidato pembukaan oleh Rektor Universitas Jember Moh. Hasan, kegiatan ini diramaikan dengan launching SINGSARAS, senam Agromedis, peresmian Sekolah Desan Burno, pameran hingga berbagai hiburan.

Moh. Hasan dalam sambutannya mengajak sepitas akademika Universitas Jember untuk menjadi pahlawan sesuai bagiannya. Hal ini dikarenakan momentum ulang tahun Unej bertepatan dengan Hari Pahlawan.

 Baca juga: Unej Tambah Program Studi, dari Perjalanan Wisata hingga Akuntan

“Ini dorongan segenap Keluarga Besar Universitas Jember untuk menjadi pahlawan-pahlawan pendidikan sesuai porsi dan fungsinya masing-masing. Sehingga keberadaan Universitas Jember dapat dirasakan manfaatnya oleh segenap warga Indonesia, bahkan dunia,” ujarnya mengutip laman resmi Universitas Jember, Selasa (12/11/2019),

Setelah itu, kegiatan dies natalis dimeriahkan pengenalan Singsaras atau Singkos Disawut Sebagai Beras oleh para peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M). Teknologi sederhana ini diharapkan dapat diolah oleh setiap rumah di Indonesia tanpa teknologi tinggi.

 Baca juga: Rektor UNEJ: Menuntut Ilmu Tidak Harus di Bangku Sekolah

“Kemunculan Singsaras diharapkan dapat menurunkan konsumsi beras Indonesia yang cukup tinggi, yakni 114,6 kg per kapita per tahun,” ungkap Ketua LP2M, Prof. Achmad Subagio.

“Pengolahan Singsaras sangat mudah, dimulai dengan pemilihan singkong yang baik dari varietas manis dengan HCN rendah, pengupasan, pencucian, pembuatan sawut, perendaman untuk menghilangkan tapioka yang di luar, pemerasan, perendaman dengan bumbu yang sesuai, dan pengeringan. Produk yang dihasilkan berupa sawut-sawut kering berwarna putih cerah. Cara memasaknya juga sederhana, dapat dengan dicampur beras dengan perbandingan satu banding satu dan dimasak dengan menggunakan rice cooker,” tambah Achmad.

 Baca juga: Ternyata Bonggol Jagung Bisa untuk Bahan Dasar Plastik, Caranya?

Fakultas Kedokteran Universitas Jember juga menyuguhkan senam Agromedis. Agromedis adalah ilmu kedokteran yang mempelajari masalah kesehatan terkait seluruh kegiatan pertanian dan lingkungannya, mencakup pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan dalam lingkungan biologi, fisika, kimia, dan sosial budaya.

“Sebagai langkah awal, kami membuka diri melalui Agromedicine Fair 2019 dalam Festival Tegalboto dalam rangkaian memperingati Dies Natalis Universitas Jember ke-55, termasuk memperkenalkan senam Agromedis,” kata Dekan Fakultas Kedokteran. Universitas Jember, Supangat.

“Senam Agromedis ini diciptakan oleh dokter Cholis Abrori, gunanya meminimalkan cedera pada petani,” lanjut Supangat.

Universitas Jember juga menunjukkan keseriusannya dalam membina Desa Burno, Kecamatan Senduro, Lumajang yang ingin mewujudkan desanya sebagai desa eduwisata berbasis Agronursing melalui sekolah desa Anoman (Agronursing for Tourism and Education) Burno. Selain itu Desa Burno juga diresmikan dengan menandatangani prasasti oleh Rektor Universitas Jember.

Kegiatan ini juga menampilkan simulasi penanganan bencana oleh Komunitas Relawan Kampus (Korrek). Kemudian dilanjutkan oleh penampilan Paguyuban Seni Reyog Mahasiswa (PSRM) Sardulo Anurogo dan band mahasiswa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini