nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sungai di Korsel Berubah Merah Karena Polusi Darah Babi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 11:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 18 2129215 sungai-di-korsel-berubah-merah-karena-polusi-darah-babi-PEFU2VNalC.jpg Foto: Yeoncheon Imjin River Civic Network.

SEOUL - Sebuah sungai di dekat perbatasan antar-Korea telah berubah menjadi merah setelah terkontaminasi darah yang berasal dari bangkai-bangkai babi. Ini terjadi setelah otoritas Korea Selatan terpaksa memusnahkan 47.000 ekor babi dalam upaya menghambat penyebaran flu babi Afrika (African Swine Fever/ASF).

BBC, Rabu (13/11/2019) melaporkan bahwa hujan deras telah menyebabkan darah mengalir dari lokasi penguburan bangkai-bangkai babi itu ke anak Sungai Imjin.

Flu babi Afrika sangat menular dan tidak dapat disembuhkan, dengan tingkat kelangsungan hidup mendekati nol untuk babi yang terinfeksi. Namun, penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia.

Pemerintah setempat menepis kekhawatiran bahwa darah itu dapat menyebabkan penyebaran flu babi Afrika ke hewan-hewan berisiko lainnya. Mereka mengatakan babi-babi itu telah didesinfeksi sebelum disembelih.

Pemerintah juga mengatakan bahwa langkah darurat telah diambil untuk mencegah polusi lebih lanjut.

Foto: Getty Images.

Operasi pemusnahan babi dilakukan selama akhir pekan. Bangkai babi-babi itu dikatakan telah ditinggalkan di dalam beberapa truk di sisi lokasi penguburan dekat perbatasan antar-Korea. Keterlambatan dalam produksi wadah plastik yang digunakan untuk pembuangan bangkai berarti penguburan tidak dapat dilakukan segera.

ASF hanya ditemukan di Korea Selatan baru-baru ini, dan ada spekulasi penyakit itu tiba melalui babi yang melintasi zona demiliterisasi yang dijaga ketat (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Selatan. Kasus ASF yang pertama didata ulang di Korea Utara pada Mei, dan Korea Selatan melakukan upaya besar untuk mencegahnya, termasuk penjagaan pagar perbatasan.

Militer Korea Selatan diberi wewenang untuk membunuh babi hutan liar yang terlihat melintasi DMZ.

Meskipun tindakan pencegahan telah dilakukan, Korea Selatan melaporkan kasus pertama pada 17 September, dan saat ini total ada 13 kasus. Terdapat sekira 6.700 peternakan babi di Korea Selatan.

Sebagian besar negara Asia terkena dampak wabah ini, termasuk China, Vietnam, dan Filipina. Di China saja, ada sekira 1,2 juta babi yang telah dimusnahkan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini