nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengacara Mantan PM Thailand Tewas dalam Tembak Menembak di Ruang Pengadilan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 12:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 18 2129257 pengacara-mantan-pm-thailand-tewas-dalam-tembak-menembak-di-ruang-pengadilan-3RmJZ7Nr40.jpg Pengadilan Provinsi Chantaburi setelah penembakan. (Foto: AFP)

BANGKOK – Tiga orang tewas dalam tembak menembak di sebuah ruang pengadilan Thailand di tengah persidangan terkait sengketa warisan pada Selasa. Polisi mengatakan bahwa dua dari tiga korban yang tewas adalah pengacara.

Pria bersenjata menembaki pihak yang berselisih dalam sengketa di pengadilan Provinsi Chanthaburi, sebelum seorang penjaga menembak balik dan melukainya dengan fatal.

BACA JUGA: Tembak dan Tusuk Petugas, Bandar Narkoba AS Kabur dari Pengadilan Thailand

Juru Bicara Kantor Polisi Nasional Krissana Pattanacharoen mengatakan bahwa tiga orang termasuk pelaku penyerangan dipastikan tewas, sementara yang lain terluka dalam perkelahian tersebut.

"Dua pengacara, satu lagi penembak," katanya sebagaimana dilansir AFP, seraya menambahkan bahwa mereka masih menyelidiki mengapa perselisihan di ruang sidang berubah menjadi kejadian yang mematikan.

Identitas para korban tidak diumumkan, tetapi Bangkok Post menyebut satunya sebagai Bancha Porameesanaporn, mantan pengacara perdana menteri Thailand yang dilengserkan, Yingluck Shinawatra. Porameesanaporn membela Yingluck selama persidangan kasus skema subsidi beras yang diduga merugikan Thailand sebesar USD8 miliar.

Yingluck kalah dalam pengadilan itu, dinyatakan bersalah karena absen karena kelalaian pidana dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada 2017.

Menurut Juru Bicara Pengadilan, Suriya Hongwilai, pelaku penembakan, yang diidentifikasi sebagai mantan perwira polisi Tharin Chantharathip, dan penuduhnya telah terlibat dalam beberapa perselisihan selama bertahun-tahun, termasuk gugatan sipil yang berkaitan dengan tanah dan kasus-kasus kriminal lainnya.

"Ketika hakim meninggalkan ruang sidang, terdakwa melakukan hal yang tidak terduga," kata Suriya.

Foto-foto mengerikan dari ruang sidang berdarah, yang terletak sekira 250 kilometer tenggara Bangkok, beredar di media sosial.

BACA JUGA: Dipaksa Jatuhkan Hukuman Mati, Hakim Thailand Tembak Dadanya Sendiri di Pengadilan

Insiden itu terjadi hanya sepekan setelah tiga tersangka kasus narkoba, termasuk seorang warga Amerika Serikat (AS), menembak dan menikam petugas untuk kabur dari pengadilan di Kota Pattaya sebelum dilacak oleh polisi.

Pada Oktober, seorang hakim di Thailand selatan menembak dirinya sendiri di dada di depan pengadilan yang penuh sesak setelah membebaskan beberapa tersangka pembunuhan dan mengutuk sistem peradilan dalam pidato yang berapi-api.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini