nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Flu Babi Ternyata Tidak Hanya Terjadi di Afrika

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 18:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 13 65 2129472 virus-flu-babi-ternyata-tidak-hanya-terjadi-di-afrika-d9BFJXaeqE.jpg Virus Flu Babi (Foto: Instagram Kementerian Pertanian)

JAKARTA – Saat ini sedang marak terjadinya African Swine Fever (ASF) atau demam flu babi Afrika yang menjangkit para babi. Apa itu demam flu babi Afrika?

Demam flu babi Afrika adalah penyakit menular yang diidap oleh babi, baik babi ternak maupun babi hutan. Penyakit ini disebabkan oleh virus flu babi Afrika. Penyakit ini dapat menyebabkan tingkat kematian tinggi pada babi.

“SobaTani, sebelumnya Mintani telah berbagi info tentang African Swine Fever (ASF). Nah, kali ini, ada tips agar pakan terhindar dari penularan virus tersebut. Cek infografisnya yuk,” ujar @kementerianpertanian pada Rabu (13/11/2019).

Baca Juga: Disiram Cairan Merah, Seekor Monyet Dijauhi Kawanannya

Walaupun Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbanyak di dunia, tetapi ada banyak penduduk negeri ini yang beragama lain. Wilayah seperti Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan wilayah timur Indonesia lainnya banyak yang berternak hewan babi. Maka dari itu, mereka dapat merugi apabila virus ASF menyebar pada hewan ternaknya.

Penyakit ini dapat menular melalui pakan. Melalui gambar yang diunggah dalam akun instagramnya, Kementerian Pertanian memberikan informasi agar pakan terhindar dari virus ASF.

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyarankan untuk memberikan tempat khusus untuk menyimpan pakan. Tempat dan pengolahan pakan tersebut harus terhindar dari serangga atau hewan lainnya, agar pakan tidak terdapat virus.

kementan

Pakan harus diberikan penanganan yang baik. Jangan memberikan pakan yang bukan dari pabrik. Pakan harus dibeli dari tempat yang legal (jelas asalnya). Pakan harus dipanaskan di suhu 900 C. Panaskanlah saat satu jam sebelum diberikan kepada hewan.

Selain itu, jangan memberikan pakan siswa yang berasal dari pelabuhan, hotel, restoran, dan bandara. Pakan yang berasal dari tempat-tempat tersebut tidak jelas asal-usulnya, bisa saja sudah tekena virus ASF.

“Sistem pelaporan kasus sangat penting, meliputi Dinas yang mempunyai tugas dan fungsi kesehatan hewan dan Balai Veteriner, serta Karantina dalam melakukan fungsi pengawasan lalulintas hewan dan produknya,” ucap Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini