nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS dan Korsel Batalkan Latihan Militer, Tunjukkan "Itikad Baik" pada Pyongyang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 18 November 2019 10:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 18 18 2131160 as-dan-korsel-batalkan-latihan-militer-tunjukkan-itikad-baik-pada-pyongyang-2s3DzCD19P.jpg Foto: Reuters.

BANGKOK – Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan telah membatalkan latihan udara bersama yang akan digelar bulan ini dan disebut oleh Korea Utara sebagai sebuah tindakan provokatif. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Mark Esper dalam sebuah keterangan pers pada Minggu.

Pada jumpa pers dengan mitranya dari Korea Selatan, Jeong Kyeong-doo di Bangkok, Esper menegaskan langkah itu bukan sebuah "konsesi" bagi Korea Utara dan berpendapat penundaan itu lebih merupakan isyarat diplomatik dengan harapan membawa harapan baru kepada perundingan denuklirisasi yang macet.

BACA JUGA: Kecam Kebijakan Bermusuhan AS, Korut Sebut Negosiasi di Stockholm "Memuakkan"

"Kami telah membuat keputusan ini sebagai tindakan niat baik untuk berkontribusi pada lingkungan yang kondusif bagi diplomasi dan kemajuan perdamaian," kata Esper sebagaimana dilansir RT.

Sejauh ini belum ada tanggal baru yang ditetapkan untuk latihan militer itu. Sebelumnya, Seoul dan Washington telah mengurangi latihan dari latihan Waspada yang besar-besaran ke Latihan Terbang Gabungan yang lebih sederhana, untuk tahun kedua berturut-turut.

Esper mendesak Pyongyang untuk kembali ke meja perundingan dan mengisyaratkan penundaan latihan itu dapat dianggap sebagai bagian dari kesepakatan, istilah yang sering digunakan oleh administrasi Trump untuk pembicaraan diplomatik.

"Saya melihat ini sebagai upaya itikad baik oleh Amerika Serikat dan Republik Korea untuk memungkinkan perdamaian, untuk memfasilitasi perjanjian politik, kesepakatan jika Anda ingin menyebutnya begitu," katanya.

Bulan lalu, Korea Utara menjauh dari perundingan denuklirisasi formal dengan AS di Swedia, menambahkan bahwa Pyongyang "tidak memiliki niat untuk mengadakan negosiasi yang memuakkan seperti itu sebelum AS mengambil langkah substansial untuk sepenuhnya dan secara permanen meninggalkan kebijakan bermusuhan" terhadap Korea Utara.

BACA JUGA: Pembicaraan Nuklir AS Vs Korea Utara Mendadak Terhenti

Tanda pelunakan kebijakan AS terhadap Korea Utara yang tidak terlalu jelas terlihat pada Kamis di PBB, ketika majelis tersebut mengadopsi resolusi yang mengutuk pelanggaran hak asasi manusia di Korea Utara. Dokumen itu disponsori oleh Uni Eropa dan bergabung dengan Amerika Serikat dan lainnya.

Namun, Korea Selatan memutuskan untuk menarik diri dari daftar sponsor, untuk pertama kalinya sejak 2008, pada periode Sunshine Policy terhadap Korea Utara. Pyongyang menyebut resolusi itu sebagai "provokasi politik" AS.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini