nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bintang Porno Beradegan Film Dewasa di Museum Pesawat Picu Kekesalan Warga

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 18 November 2019 17:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 18 18 2131293 bintang-porno-beradegan-film-dewasa-di-museum-pesawat-picu-kekesalan-warga-WYnPsovsTM.jpg Tiga bintang porno berpose di museum pesawat di Conventry, Inggris. (Foto/The Sun)

CONVENTRY - Sejumlah bintang porno beradegan film dewasa di sebuah museum pesawat, sementara beberapa orang tua berjalan dengan anak-anak mereka di lokasi tersebut.

Para bintang porno itu mengenakan seragam pilot dan pramugari. Mereka berkeliaran di dalam pesawat.

Mereka mengatakan kepada salah satu anggota karyawan museum yang curiga, bahwa mereka hanya melakukan pemotretan pakaian renang di dalam pesawat Vickers Viscount, yang mereka sewa.

"Mengherankan mereka merekam film di tempat yang penuh dengan sejarah dan kebanggaan masa perang, dan sungguh menghebohkan bahwa mereka melakukannya ketika anak-anak lewat," kata seorang staf melansir The Sun, Senin (18/11/2019).

Baca juga: Rencanakan Bunuh Putrinya yang Jadi Bintang Porno, Pria Afghanistan Ditangkap di Inggris

Baca juga: Paedofil Pelaku Pencabulan 200 Bocah Tewas Ditusuk di Penjara

Studio film dewasa, Banged Air, membayar Midland Air Museum di Coventry, hanya 100 Poundseterling (sekira Rp1,8 juta) untuk menyewa pesawat, yang dulunya merupakan bagian dari armada Air France.

Foto/The Sun

Pesawat itu telah diperbaharui lalu dimodifikasi untuk liburan charter pada 1950-an.

Namun pada saat itu dua pilot dan tiga pramugari yakni Christina May, Emily Blake dan Bethany Adams ikut serta dalam pemotretan.

Satu gambar yang diposting secara online menampilkan pilot Big Harry bermain-main dengan Emily, yang membungkuk di atas sederet kursi pesawat. Staf museum mengatakan mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi.

“Grup ini tiba dengan mengenakan seragam pilot dan sejenisnya tetapi itu tidak biasa karena beberapa orang melakukan peragaan ulang,” kata Manajer Museum Diane James.

“Jika kita tahu apa yang sedang terjadi, kita akan segera menghentikannya. Mereka telah menipu kami,” ujarnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini