nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Protes Kenaikan BBM di Iran Meluas, Ayatollah Ali: Beberapa Kehilangan Nyawa, Sejumlah Tempat Hancur

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 18 November 2019 18:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 18 18 2131306 protes-kenaikan-bbm-di-iran-meluas-ayatollah-ali-beberapa-kehilangan-nyawa-sejumlah-tempat-hancur-ZvHz1SeQuE.jpg Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto/Reuters)

TEHERAN - Pemimpin tertinggi Iran mengomentari protes luas imbas keputusan pemerintah menaikkan harga bensin hingga 50 persen, mengecam pengunjuk rasa yang telah menyerang fasilitas publik sebagai "penjahat."

Komentar Ayatollah Ali Khamenei disiarkan langsung di televisi pemerintah. Dia berkata, "beberapa kehilangan nyawa mereka dan beberapa tempat hancur."

Baca juga: Amerika Serikat Luncurkan Serangan Siber ke Iran

Baca juga: Hacker Pemerintah Iran Berusaha Retas Kampanye Pemilihan Trump 2020

Dia secara khusus menargetkan orang-orang yang bersekutu dengan keluarga Shah, yang digulingkan 40 tahun yang lalu, dan sebuah kelompok pengasingan yang disebut Mujahedeen-e-Khalq yang menyerukan penggulingan pemerintah Iran.

“Membakar bank bukanlah tindakan yang dilakukan oleh masyrakat. Ini dilakukan preman,” kata Khamenei mengutip BBC, Senin (18/11/2019).

Foto/AP

Khamenei memerintahkan pasukan keamanan "untuk melaksanakan tugas mereka" dan bagi warga Iran menghindari demonstran yang kejam.

Pemerintah telah menutup akses internet, sehingga sulit untuk mengukur apakah kerusuhan yang terjadi di 100 kota dan kota-kota dilaporkan terus berlanjut. Gambar yang diterbitkan oleh media negara dan semi-resmi menunjukkan gambar pompa bensin dan bank yang terbakar, kendaraan yang terbakar dan jalan yang berserakan puing-puing.

Penyerang yang menargetkan kantor polisi di kota Kermanshah pada Sabtu 16 November 2019 menewaskan seorang petugas, menurut kantor berita IRNA.

Seorang anggota parlemen mengatakan seorang tewas di pinggiran kota Teheran. Sebelumnya, satu orang dilaporkan tewas pada Jumat 15 November di Sirjan.

Kementerian Intelijen Iran mengatakan "pelaku utama kerusuhan dua hari terakhir telah diidentifikasi.

Kantor berita Fars menempatkan jumlah total pengunjuk rasa lebih dari 87.000, mengatakan demonstran menggeledah sekitar 100 bank dan toko. Penegakan hukum menangkap sekitar 1.000 orang, Fars melaporkan, mengutip pejabat keamanan.

Protes telah memberikan tekanan baru pada pemerintah Iran karena telah berjuang untuk mengatasi sanksi AS yang mencekik ekonomi sejak Presiden Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir kontroversial pada Mei 2018.

Iran adalah rumah bagi cadangan minyak mentah terbesar keempat dunia.

Harga bensin di negara itu salah satu yang termurah di dunia. Meski harga bensin melonjak 50 persen, harga besnin menjadi 15.000 rial (sekira 5 irbu) per liter.

Sebagai perbandingan, harga bensin premiun (jenis termurah) di Indonesia yakni Rp6.450

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini