nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ringkus Sindikat Pengedar Sabu, Ada Anak di Bawah Umur

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 23:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 519 2131935 polisi-ringkus-sindikat-pengedar-sabu-ada-anak-di-bawah-umur-d5PNwzFgsS.jpg Polres Batu, Jawa Timur menangkap sindikat Narkoba (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

KOTA BATU - Sebanyak sembilan orang tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu - sabu diringkus jajaran Satnarkoba Polres Batu dalam sebulan terakhir.

Para tersangka ini terdiri dari tujuh kasus yang berhasil diungkap, yakni AY (23) dan HP (24) warga Batu sebagai pengedar, empat orang sebagai kurir yakni MF (23), IH (22), WAN alias Keceng (19), serta seorang anak di bawah umur berinisial EW (16), empat orang tersebut bertindak sebagai kurir yang semuanya warga Kota Batu.

Polisi juga mengamankan tiga orang pengguna sabu - sabu, yakni seorang perempuan berinisial DC alias MA (25) dan dua laki - laki AS (32) dan DAA (28). Baca Juga: Pengedar Sabu di Tambora Ditangkap, Kasusnya Terus Berkembang

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama menyatakan terungkap 10 orang ini berawal dan ditangkapnya seorang pengguna sabu - sabu berinisial AS pada 19 Oktober 2019. 

"Usai AS pemakai kita amankan WA sebagai kurir pada 27 Oktober 2019, WA ini yang memberi barang ke AS, sedangkan WA ini mendapat barang dari pengedar AJ yang masih DPO (Daftar Pencarian Orang)," ujar AKBP Harviadhi Agung Prathama saat rilis di Mapolres Batu, Selasa (19/11/2019).

Kemudian, secara berturut-turut polisi berhasil menangkap IH sebagai kurir, dua pengedar narkotika di Batu, hingga terakhir DAA sebagai pemakai. Pihaknya mengungkapkan bila seluruh pelaku yang tertangkap merupakan jaringan lokal peredaran narkotika jenis sabu - sabu di Kota Batu.

"Semuanya saling terkait. Mereka ini jaringan lokalan Kota Batu sini," imbuhnya. 

Baca Juga: Asyik Pesta Sabu di Rumah, Bandar Narkoba Ditangkap Polisi

Ilustrasi

Dalam mengedarkan sabu - sabu kurir menerima pesanan dari pengguna melalui telepon, kemudian oleh kurir dicarikan barangnya ke pengedar berinisial AY dan HP. AY dan HP sendiri dalam sebulan bisa mengantongi penghasilan bersih sebesar Rp4 juta dari tiga kali transaksi penjualan.

Sementara bagi kurir, sekali penjualan paket sabu mendapatkan keuntungan Rp200 ribu. "Sebulan biasanya ngirim 8 - 10 kali kalau dapat pesanan melalui telepon. Terus dikemas di bungkus rokok sekali transaksi mendapat Rp200 ribu," ucap MF, seorang murid sabu - sabu.

Akibat perbuatannya, seluruh pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) dan (2) dan Pasal 112 Ayat (1) dan (2) Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini