nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laporan Media Ungkap Menhan Irak Adalah Warga Swedia dengan Catatan Kriminal

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 15:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 18 2132267 laporan-media-ungkap-menhan-irak-adalah-warga-swedia-dengan-catatan-kriminal-7GNmeQ2Szy.jpg Menteri Pertahanan Irak, Najah al-Shammari. (Foto: EPA)

STOCKHOLM - Laporan media Swedia mengungkap menteri pertahanan Irak ternyata seorang warga negara Swedia yang memiliki catatan kriminal. Laporan tersebut dirilis menyusul laporan sebelumnya dari sorang jurnalis AFP di Irak.

Menurut laporan kantor berita Nyheter Idag, Najah al-Shammari adalah seorang warga negara Swedia yang terdaftar di pinggiran Kota Stockholm, sesuatu yang dibantah oleh partainya, al-Wataniya atau Koalisi Nasional, saat al-Shammari dicalonkan untuk menduduki jabatan menteri pertahanan Irak.

Dalam laporan yang dilansir Sputnik, Nyheter Idag menyebutkan bahwa Al-Shammari datang ke Swedia pada 2009, dan disusul keluarga tiga tahun kemudian. Pada 2015 ia menjadi warga negara Swedia, meskipun ada dokumen yang menunjukkan bahwa ia gagal memahami bahasa Swedia sederhana, bahkan setelah beberapa tahun kursus bahasa yang dirancang khusus untuk imigran.

Di Swedia, Al-Shammari, yang menggunakan "nama klan" sebagai alias, mendapat cuti sakit penuh waktu karena masalah ingatan dan mengaku terlalu sakit untuk bekerja. Dia dan keluarganya dialokasikan sebuah apartemen di salah satu pinggiran Kota Stockholm dan setelah menunjukkan pendapatan yang kecil pada 2013 dan 2014, gagal menunjukkan bahwa mereka memiliki pendapatan sama sekali.

Meski demikian, Nyheter Idag melaporkan bahwa Al-Shammari bepergian dengan anggota keluarganya ke Irak setidaknya dua kali dan, selama perjalanan 2014, bahkan membayar perawatan mata lasik untuk salah satu anaknya.

Pada 2015, ia dicurigai melakukan penipuan asuransi, tetapi penyelidikan awal kemudian ditutup. Di tahun berikutnya, ia didakwa melakukan pelanggaran lain, tetapi kasusnya dihapuskan sehari sebelum persidangan karena suatu alasan, dan ia dibebaskan dari tahanan.

Namun, kesaksiannya selama interogasi konsisten dengan CV-nya sebagai Menteri Pertahanan Irak: seorang jenderal militer dan tentara karier yang berspesialisasi dalam memerangi ekstremisme dan terorisme, demikian ditunjukkan oleh Nyheter Idag.

Ketika ditanyai oleh Nyheter Idag, kerabat Al-Shammari di Swedia menolak berkomentar dan dilaporkan membanting telepon.

Najah al-Shammari diangkat sebagai Menteri Pertahanan Irak pada Juni tahun ini. Pada April, partainya, Koalisi Nasional, membantah laporan bahwa ia telah memperoleh kewarganegaraan Swedia dan menggambarkannya sebagai "tokoh patriotik yang memiliki kompetensi yang membuatnya mampu menghadapi tantangan jabatan".

Dengan sekira 200.000 jiwa atau 2 persen dari populasi Swedia, diaspora Irak adalah yang terbesar ketiga di Swedia setelah Suriah dan Finlandia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini