nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UGM Ciptakan Alat Rontgen Digital Murah Meriah

Hairunnisa, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 15:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 20 65 2132237 ugm-ciptakan-alat-rontgen-digital-murah-meriah-0lqJBnJDD3.jpg UGM Alat rontgen (Dok: UGM)

JAKARTA - Universitas Gajah Mada telah berhasil mengembangkan teknologi radiografi sinar-x digital untuk diagnosa medis pada 19 November kemarin. Teknologi yang dikembangkan oleh tim penelitian, pengembangan dan rekayasa UGM ini di pimpin oleh Dr.Gede Bayu Suparta dari departemen fisiki.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah layar fluoresens dan kamera digital, yang disebut teknologi Radiografi Sinar-x Fluoresens Digital (RSFD).

 Baca juga: Periode Kedua Jokowi Diharapkan Mampu Ciptakan SDM Unggul

Sementara itu kinerja dari teknologi RSFD ini setara dengan teknologi Direct Digital Radiography (DDR) yang menggunakan flat detektor atau disebut juga Radiografi Flat Detektor (RFD). Kedua fasilitas ini sangat diinginkan oleh semua rumah sakit di Indonesia.

“Namun, karena harga alat DDR relatif sangat mahal maka tidak semua rumah sakit dapat memiliki. Implikasinya biaya yang harus dibayar pasien menjadi tinggi,” tutur Gede seperti yang dilansir dari ugm.ac.id, Rabu (20/11/2019).

 Baca juga: Ampas Kopi Penghambat Osteoporosis? Ini Hasil Penelitiannya

Bermula dari sinilah Gede dan timnya membuat alat yang dinamai Madeena diproduksi. Alat rontgen ini biaya bisa lebih ditekan sehingga masyarakat yang harus mendapatkan layanan rontgen bisa cepat mengambil tindakan.

Alat ini juga bisa diakses real time tanpa harus menunggu cetakan manual film seperti alat rontgen konvensional lainnya. Dengan dukungan teknologi komputerisasi, Madeena juga bisa diakses dokter tanpa harus berada di lokasi radiologi. Proses radiografi dapat sangat cepat dan dapat diselenggarakan melalui kehadiran radiographer, fisika medis dan dokter radiologis secara online.

“Jadi, kehadiran fisik di suatu instansi kesehatan dapat direduksi. Selain itu, proses radiografi menjadi sangat aman bagi pasien, pekerja radiasi, perawat dan lingkungan rumah sakit karena paparanradiasi yang diberikan mencapai 1/100 dari nilai ambang batas yang ditetapkan Bapeten,” terangnya.

Gede mengharapkan alat ini nantinya bisa tersedia di 3 ribu rumah sakit dan klinik serta 9 ribu Puskesmas yang tersebar di 34 provinsi untuk melayani pemeriksaan kesehaatan rakyat Indonesia. Alat RSFD ini nantinya akan dikombinasikan dengan sistem teleradiologi, yang bisa memungkinkan dokumentasi data kesehatan seluruh rakyat Indonesia dengan masa retensi minimal 10 tahun.

“Bila data status kesehatan terpelihara maka kualitas SDM Indonesia dapat diprediksi. SDM yang terindikasi sakit-sakitan tentu akan menjadikan pencapaian Indonesia Unggul tahun 2045,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini