nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beasiswa S3 di Luar Negeri Kembali Dibuka Jadi Angin Segar

Hairunnisa, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 17:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 20 65 2132324 beasiswa-s2-di-luar-negeri-kembali-dibuka-jadi-angin-segar-MSE5OGxiXi.jpg Ilustrasi Mahasiswa. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN) kembali disalurkan tahun ini. Di mana pada 2016-2018, BPPLN sempat ditutup karena digabung menjadi satu sistem di bawah Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) yang dikelola oleh Kemenkeu.

Beasiswa yang telah dimulai sejak 2008 silam ini bersumber dari dana APBN yang dikelola Kemendikbud lalu dilanjutkan Kemenristekdikti hingga 2019. Kini BPPLN sudah berusia satu dekade lebih.

Baca Juga: Yakin Lanjut S2? Ini Tips agar Kamu Tak Menyesal

Meskipun setiap tahun BPPLN selalu ada, tetapi keberadaannya sempat ditutup antara tahun 2016-2018. Pada 2019, di bawah Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID), BPPLN berhasil dihidupkan lagi setelah tiga tahun dihapus.

Mahasiswa

Hanya saja, kuota terbatas (100 kursi). Tujuan dihidupkan kembali BPPLN tersebut tentu untuk tetap menjaga hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara lainnya.

"Jujur, saya sedih ketika BPPLN ditutup selama tiga tahun (2016-2018), di mana rekan-rekan saya yang berstatus dosen tidak memiliki peluang studi ke luar negeri melalui beasiswa tersebut," kata Alumni Penerima Beasiswa BPPLN Angkatan 2014 Ridho Al-Handi, dalam keterangannya, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga: Uni Eropa Sediakan Beasiswa S2 untuk Jurnalis, Apa Persyaratannya?

Selama hampir 3 tahun ditutup oleh pemerintah, lembaga beasiswa ini diganti dengan beasiswa BUDI yang hanya bisa membuka 50 kuota. Selain beasiswa BUDI ada pula Beasiswa LPDP, akan tetapi beasiswa ini tidak diperuntukkan bagi dosen.

Singkatnya, LPDP bukan solusi bagi dosen untuk studi di luar negeri. Karena itu, ketika BPPLN dibuka di tahun 2019, para dosen muda mulai menggebu-gebu untuk mendaftarkan diri.

Data dari Ditjen SDID menunjukkan, jumlah pendaftar BPPLN 2019 mencapai 1.500-an dosen. Padahal kursi yang tersedia hanya 100. Hal ini mengisyaratkan, bahwa dosen-dosen Indonesia begitu sangat antusias untuk studi ke LN dengan pilihan kampus yang lebih banyak setelah tiga tahun sebelumnya disumbat oleh kebijakan penghapusan BPPLN.

"Harapannya, pada tahun 2020 dan seterusnya, jumlah kursi BPPLN terus ditingkatkan sehingga cita-cita Jokowi sebagaimana yang ditulisnya pada saat 'Visi Indonesia dan Impian Indonesia 2045' dapat terwujud," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini