nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lulusan SMK Banyak Menganggur, Sistem Pendidikan Vokasi Perlu Dibenahi

Hairunnisa, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 20:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 21 65 2132898 lulusan-smk-banyak-menganggur-sistem-pendidikan-vokasi-perlu-dibenahi-AIgFUUES2S.jpg Ilustrasi SMK (Okezone)

JAKARTA - Pemerintahan Jokowi memfokuskan rencana kerjanya yang mengutamakan pertumbuhan SDM Unggul melalui penguatan pendidikan vokasi.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa mengingatkan Pemerintah untuk secara mendalam membenahi sistem pendidikan vokasi di negeri ini.

Angka pengangguran terbesar di negeri Indonesia dihasilkan oleh para lulusan sekolah setingkat SMK yaitu 11,24% dibanding lulusan SMA yang hanya 7,9%. Padahal jumlah lulusan SMK setiap tahun lebih sedikit dari lulusan SMA yang berjumlah 2,1 juta, lulusan SMK hanya sekitar 1,4 juta.

 Baca juga: Pengangguran Masih Tinggi, Khofifah Usulkan Pendidikan SMK 4 Tahun

Ketimpangan ini bisa jadi menunjukkan belum adanya penggalian kompetisi atau link and macth yang terencana, terstruktur dan terimplementasi optimal di dalam sistem pendidikan vokasi sejak SMK. Akibatnya pasar kerja pun belum melirik lulusan SMK secara maksimal.

   SMK

“Penguatan sistem pendidikan vokasi sebagai salah satu jalan peningkatan mutu SDM harus dibenahi dari hulu ke hilir,” ujar Ledia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

 Baca juga: Selain Kuliah, Sekolah Kejuruan Alternatif untuk Langsung Dapat Pekerjaan

Ledia menguraikan beberapa hal yang harus disiapkan pemerintah untuk membenahi peningkatan mutu SDM, yaitu menyediakan sarana dan prasarana latihan kerja yang disediakan di sekolah-sekolah vokasi harus mengikuti perkembangan dunia usaha.

“Beberapa kali saya mendatangi sekolah-sekolah vokasi, ternyata sarprasnya, alat-alat yang mereka miliki untuk praktek, ternyata sudah berumur, tidak up to date bahkan ada yang tidak begitu sesuai dengan kebutuhan di lapangan kerja.” sambungnya.

 Baca juga: Tekan Angka Pengangguran, 2.000 SMK Sudah Direvitalisasi

Kedua mekanisme Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah sistem vokasi haruslah diarahkan pada hal-hal yang akan mendukung kebutuhan link and match dunia sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Ketiga, pelatihan bagi guru-guru sekolah vokasi harus ditingkatkan, guna meningkatkan wawasan keilmuan dan perkembangan terkini terkait dunia pedidikan dunia pendidikan dan industri.

Keempat, kesempatan bagi para peserta didik di sekolah-sekolah vokasi untuk magang di Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) harus diperbanyak dan diperluas. Sebab sistem pendidikan vokasi menitikberatkan praktek lapangan lebih besar bobotnya daripada teori kelas.

Karena itu maka kesempatan magang bagi para peserta didik harus diperbanyak dan diperluas agar ilmu yang mereka dapat terlatih langsung di lapangan bahkan bisa mendapatkan ilmu baru dari pelatihan kerja yang mereka miliki.

“Sekarang memang sudah ada pemagangan ini dilakukan oleh sekolah-sekolah, tetapi yang kita temui belum banyak dan masih terbatas, belum meluas. Kalau mereka punya satu dua mitra, dari tahun ke tahun ya itu-itu saja tempatnya,” kata Ledia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini