nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Besar IPB: Stok Ikan Melimpah tapi Produksi Ikan Tuna Turun

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Sabtu 23 November 2019 11:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 23 65 2133516 guru-besar-ipb-stok-ikan-melimpah-tapi-produksi-ikan-tuna-turun-DbHJ8F0ujt.JPG Guru Besar IPB (Foto: Dok. IPB)

JAKARTA - Kebijakan pemerintah mengenai pelarangan transshipment dan moratorium ijin kapal perikanan, telah memulihkan stok ikan di lautan. Namun kebijakan ini juga memberikan dampak kurang baik terhadap bisnis perikanan tuna yaitu terjadinya penurunan produksi ikan tuna nasional.

Baca Juga: Wujudkan Pertanian 4.0, Mentan: Rektor IPB, Jangan Tinggalkan Saya Sendiri

“Saat ini perikanan tuna longline sedang mengalami kemunduran. Kinerja ekspor Indonesia secara umum mengalami penurunan pada periode lima tahun terakhir. Ekspor tuna Indonesia, khususnya ikan tuna sirip biru selatan, mata besar, madidihang dan albakora cenderung menurun pada 2015-2016 dan meningkat kembali pada tahun 2017-2018 namun belum menyamai total ekspor tahun 2014. Negara tujuan utama ekspor yakni Thailand, Jepang, Uni Eropa, USA dan Inggris,” ujar Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University Prof Dr Ir Tri Wiji Nurani, MSi dalam keterangannya, Sabtu (23/11/2019).

Menurutnya, isu utama perdagangan ekspor yaitu terkait dengan hambatan tarif dan non tarif. Standar mutu produk merupakan salah satu contoh hambatan non tarif. Keamanan pangan dan jaminan mutu menjadi prioritas bagi banyak negara importir.

Kampus

“Pemerintah telah memiliki keberpihakan akan pentingnya jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, namun implementasi di lapangannya masih rendah,” ujarnya.

Pembangunan perikanan tuna perlu direvitalisasi dengan cara menumbuhkembangkan dan memperkuat kembali bisnis perikanan tuna. Bisnis perikanan tuna berkelanjutan dan berkeadilan dapat diwujudkan dengan adanya jaminan input.

Baca Juga: Guru Besar IPB Bambang Hero Raih Anugerah John Maddox Prize 2019

“Keterjaminan input bisa diraih dengan adanya sarana prasarana, ketersediaan sumber daya ikan, sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki kapabilitas tinggi, ketersediaan data dan informasi, ketersediaan modal, infrastruktur, kemudahan akses pasar dan regulasi yang mendukung untuk jaminan investigasi.

Selain itu peluang pasar dalam negeri perlu diciptakan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor. Peningkatan pasar dalam negeri juga untuk meningkatkan konsumsi ikan serta gizi yang baik bagi penduduk Indonesia,” imbuhnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini