nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Fakta Pidato Hari Guru Nasional yang Tak Dibacakan Menteri Nadiem

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Senin 25 November 2019 11:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 25 65 2134042 9-fakta-pidato-hari-guru-nasional-yang-tak-dibacakan-menteri-nadiem-CegQB1doGY.jpg Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memberi pidato yang menurutnya tidak biasa. Pasalnya, Menteri Nadiem ingin berbicara apa adanya.

Lebih-lebih, pidato Nadiem yang seadanya ini ditujukan kepada seluruh guru di Indonesia. Hal ini pun Dia tuangkan ke dalam naskah pidato sebanyak 2 halaman.

Untuk itu, Nadiem menyampaikan permohonan maafnya terkait pidato yang ia buat tak seperti pidato peringatan Hari Guru pada umumnya.

 Baca juga: Hari Guru Nasional, Menteri Nadiem: Merdeka Belajar dan Guru Penggerak!

"Bapak dan Ibu guru yang saya hormati. Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorika. Mohon maaf, tapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke," ujar Nadiem dalam Youtube Kemendikbud, Senin (25/11/2019).

Rupanya, terdapat hal yang membuat banyak pihak tercengang dalam pidatonya tersebut. Dirangkum oleh Okezone, berikut beberapa fakta menarik soal Nadiem yang ingin berjuang untuk kemerdekaan guru.

Nadiem Makarim

 Baca juga: Gara-Gara Viral, Nadiem Tak Bacakan Teks Pidatonya di Upacara Hari Guru Nasional

1. Pidatonya Viral dan tidak dibacakan

Ternyata, dirinya pun mengetahui bahwa teks tersebut menjadi viral. Oleh sebab itu, Nadiem saat Pidato Upacara tersebut tidak membacakan teks tersebut.

"Saya yakin bapak-bapak dan ibu-ibu sudah membaca naskah hari guru nasional sehingga saya tidak mengulang lagi di upacara ini," ujarnya dalam pidato Hari Guru Nasional.

2. Guru Punya Tugas Termulia Sekaligus Tersulit

Menteri Nadiem mengatakan bahwa guru di Indonesia memiliki tugas yang paling mulia, namun juga sekaligus tersulit. Sebab, guru memang diberi amanah untuk membentuk masa depan bangsa dengan mendidik para siswa.

 Baca juga: Hari Guru, Jokowi: Guru Menyiapkan Masa Depan

"Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia dan yang tersulit. Anda ditugaskan untuk membentuk masa depan bangsa, tapi lebih sering diberikan aturan daripada pertolongan," kata Nadiem.

3. Guru Sering Kali Bekerja Administratif yang Tidak Jelas

Selain itu, mantan bos Gojek ini juga menyatakan kalau banyak guru yang ingin membantu muridnya. Sayangnya, sering kali guru terbentur oleh fungsi administratif yang tidak jelas fungsinya.

"Anda ingin membantu murid yang tertinggal di kelas, tapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas," sebutnya.

 Baca juga: Hari Guru, Ini Sederet Tantangan di Dunia Pendidikan

4. Nadiem Paham Bahwa Guru Tahu yang Terbaik

Tidak hanya itu, Nadiem juga mengungkapkan kalau sebenarnya guru tahu apa-apa saja yang harus dilakukan dalam membentuk murid. Sayangnya, ide mereka selalu terbentur dengan aturan saat ini.

 Nadiem Makarim

"Anda tahu betul potensi anak tidak bisa diukur dari hasil ujian, tapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia di sekitarnya, tapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustasi karena Anda tahu, di dunia yang nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi yang akan menentukan kesuksesan anak bukan kemampuan menghafal," jelas Nadiem.

 Baca juga: Jokowi: PP No 49 Tahun 2018 Buka Peluang Pengangkatan Guru Honorer Jadi PNS

5. Guru Tidak Pernah Diberikan Kepercayaan

Nadiem mengungkapkan kalau guru tidak diberi kepercayaan untuk melakukan inovasi. Pasalnya, setiap murid pasti berbeda-beda sehingga dibutuhkan penanganan yang beragam pula.

"Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap murid terinspirasi, tapi Anda tidak diberikan kepercayaan untuk berinovasi," tuturnya.

 Baca juga: Kesejahteraan Minim, Guru Swasta Bakal Terima Tunjangan APBD

Nadiem Makarim

6. Nadiem Tidak Akan Memberi Janji Kosong

Pernyataan tersebut keluar dari mulut Nadiem dalam pidatonya. Nadiem bersikeras untuk berjuang demi kemerdekaan belajar di Indonesia dengan tidak akan memberi janji kosong.

"Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia," ujarnya.

7. Ingin Guru Memulai Perubahan dari Sekarang

Menurut Nadiem, jika ingin melakukan perubahan maka harus dimulai dari bawah, alias dari masing-masing guru sendiri. Apalagi, masing-masing guru lah yang tahu apa yang diperlukan murid-muridnya.

Baca juga:  Hari Guru Nasional, Boneka Susan Ingin Jadi Guru

"Perubahan tidak bisa dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dengan guru, jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah, ambilah langkah pertama. Besok, dimanapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda. Ajaklah kelas berdiskusi bukan hanya mendengar," ujarnya.

"Berikan kesempatan murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam murid yang kurang percaya diri, wawarkan bantuan kepada guru yang sedang kesulitan. Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukan secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak," tambah Nadiem.

8. Ungkap Besarnya Peran 'Guru Penggerak'

Sementara itu, Nadiem juga menyinggung mengenai 'Guru Penggerak'. Dirinya menjelaskan bahwa reformasi pendidik harus dilakukan. Akan tetapi, hal ini tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja ataupun berdasarkan kurikulum, kebijakan, dan anggaran saja.

 Baca juga: Hari Guru Nasional, Mendikbud: Tantangan Pendidikan Abad 21 Semakin Berat

"Saya di sini mengatakan bahwa itu (berdasarkan kurkulum, kebijakan dan anggaran) dampaknya sangat kecil dibandingkan gerakan di masing-masing sekolah, maka dari itu gerakan ini namanya guru penggerak," ketusnya.

"Apa sih guru penggerak, guru penggerak itu guru yang mengutamakan muridnya dari apapun, dia akan mengambil tindakan-tindakan yang diambil tanpa disuruh, tanpa diminta, ini untuk muridnya. ini yang harus kita tekankan di mana dia harus dibantu," lanjut Nadiem.

9. Sedang Menyusun Berbagai Inovasi

 

Menteri Nadiem memang terkenal sebagai sosok yang inovatif. Lihat saja Gojek di bawah kepemimpinannya. Maka dari itu, bukan tidak mungkin segala inovasi akan Dia tuangkan dalam Kemendikbud. Lebih-lebih, Nadiem mengaku eselon I sedang menyisir aturan-aturan inovatif itu.

"Detailnya masih disisir, semua Eselon I kompak menyisir aturan ini," kata Nadiem.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini