Pandangan Sederet Mantan Mendikbud Soal Guru, dari Anies hingga Muhadjir

Adhyasta Dirgantara, Okezone · Senin 25 November 2019 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 65 2134206 pandangan-sederet-mantan-mendikbud-soal-guru-dari-anies-hingga-muhadjir-koTsBfrbZT.jpg Mendikbud (foto: Okezone)

JAKARTA - Guru menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan seseorang. Sebab, karakter yang dibentuk di dalam diri kita sejak kecil adalah berkat guru, terlepas dari peran keluarga.

Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh hari ini, penting bagi setiap orang untuk tetap menghargai guru mereka. Lebih-lebih, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merangkum ucapan-ucapan para mantan Mendikbud dan Mendiknas dari segala periode soal peran guru.

Baca Juga: Hari Guru Nasional, Menteri Nadiem: Merdeka Belajar dan Guru Penggerak!

Salah satunya adalah dari Menko PMK Kabinet Indonesia Maju Muhadjir Effendy. Menurut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu, tidak ada satu pun orang di dunia yang sukses tanpa sentuhan guru.

"Tidak ada satu pun orang sukses di dunia ini yang lepas dari sentuhan guru. Guru rela menjadikan muridnya menjadi orang sukses, bahkan ikhlas menjadikannya lebih sukses daripada anaknya sendiri," ujar Muhadjir Effendy, dikutip dari akun resmi Instagram Kemendikbud, Senin (25/11/2019).

muhadjir

Tidak hanya beliau, Gubernur DKI Jakarta yang sekaligus Mantan Mendikbud Anies Baswedan juga memberikan komentarnya terhadap guru. Baginya, guru adalah sosok yang menghadirkan pencerahan untuk menyudahi kegelapan.

"Guru sudahi kegelapan dan hadirkan pencerahan. Ia pantik imajinasi, tumbuhkan hasrat belajar, dan gerakkan anak didiknya untuk terus berkarya. Pada anak didiknya terpancar tanda jasa dan pahala Guru. Pada Guru, kita titipkan persiapan masa depan Indonesia. Pada guru, ungkapan terima kasih bangsa kami haturkan," jelas Anies.

Di sisi lain, Mantan Mendiknas era 2004-2009 Bambang Sudibyo turut buka suara perihal guru. Menurutnya, guru adalah pahlawan pendidikan yang tanpa pamrih.

"Guru itu memang pahlawan pendidikan yang tanpa pamrih. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, karena memang di situ lah martabat sejati dari guru," ungkapnya.

Hari Guru

Lebih jauh lagi, datang pendapat tentang guru oleh Abdul Malik Fadjar si Mendiknas tahun 2001-2004. Untuknya, guru adalah cermin pendidikan, dan keberadaan pendidikan itu tercermin pada pendidik.

Dan yang terakhir adalah Mendiknas 1999-2001 Yahya A. Muhaimin. Yahya mengatakan kalau guru adalah orang yang paling Dia hormati setelah orang tua.

"Orang yang paling Saya hormati setelah Ibu dan Ayah adalah guru. Karena guru, maka saya menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan orang lain," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini