Perindo Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Bakal Calon Kepala Daerah di Sumut

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 26 November 2019 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 608 2134402 perindo-gelar-uji-kelayakan-dan-kepatutan-bakal-calon-kepala-daerah-di-sumut-T7FU5NPTc6.jpg (Foto: Okezone.com/Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi bakal calon (balon) kepala daerah yang ingin mendapatkan dukungan dari Perindo pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di 14 kabupaten/kota di Sumatera Utara, yang akan dilaksanakan bersamaan dengan Pilkada Serentak 2020.

Uji kepatutan dan kelayakan digelar selama 12 hari, mulai 25 November-10 Desember 2019. Total ada 72 kepala daerah yang akan diuji.

Mereka akan dihadapkan pada panelis yang terdiri dari para pengurus DPW Partai Perindo Sumut, serta panelis eksternal dari kalangan akademisi. Mereka adalah Budiman NPD Sinaga, Charles M Sianturi, Dadang Darmawan Pasaribu, Marlan Hutahaean dan Budi D Sinulingga.

Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Utara, Rudi Zulham Hasibuan menyebutkan, uji kelayakan dan kepatutan ini dilakukan untuk menjaring bakal calon yang terbaik yang nantinya akan diusung Partai Perindo menjadi calon kepala daerah.

“Tugas kami dan panelis menyaring para calon untuk kemudian memberi masukan bagi DPP. Kami tentu tidak bisa memaksakan kepada DPP perihal calon yang akan diusung,” kata Rudi didampingi Sekretaris Perindo Sumut, Donna Yulietta Siagian dan Bendahara Perindo Sumut Januazir Chuwardi di Kantor DPW Perindo Sumut, Senin (25/11/2019).

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Sementara itu, Dadang Darmawan Pasaribu menyebutkan, setidaknya ada empat hal yang akan difokuskan dalam uji kelayakan dan kepatutan ini. Pertama terkait integritas, kompetensi, dukungan publik, serta dukungan sumber daya yang dimiliki para bakal calon.

“Orang boleh saja punya kepribadian yang luar biasa, tapi kalau tak punya dukungan sumber daya, biasanya akan karam. Atau dia punya kompetensi, tapi tidak punya dukungan dari masyarakat, sama juga. Jadi empat hal itu yang saling tali-temali dan kita uji pada para bakal calon ini,”tukasnya.

Lebih lanjut Dadang menyebutkan, selaku akademisi ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada Perindo, karena telah melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon kepala daerah yang mereka usung. Ia pun berharap uji kelayakan dan kepatutan ini bukan sebatas seremonial, tapi benar-benar untuk menguji bakal calon yang akan bertarung.

“Saya pikir belum ada yang seperti ini (uji kelayakan dan kepatutan). Jadi alangkah baiknya ini menjadi ikon Perindo, tapi benar-benar dimanfaatkan untuk menilai dan memutuskan siapa calon yang akan diusung,”tukasnya.

Untuk hari pertama pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan, diikuti sebanyak empat bakal calon kepala daerah untuk Pilkada Kabupaten Toba Samosir dan satu bakal calon untuk Pilkada Simalugun. Mereka adalah Djojor Tambunan, Dolok M Panjaitan, Poltak Sitorus, dan Winner Sinambela untuk Pilkada Tobasa. Kemudian Muhajidin Nur Hasyim untuk Pilkada Simalungun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini