nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ciputra Sempat Minder Semasa Kuliah di ITB

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 16:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 27 65 2135116 ciputra-sempat-minder-semasa-kuliah-di-itb-S9uRxQATTA.jpg Ciputra (dok Crown)

JAKARTA - Bos Ciputra Group Ciputra meninggal dunia hari ini di Singapura pada pukul 01.05 waktu setempat. Pengusaha ternama asal Indonesia ini menutup usianya di umurnya yang ke 88 tahun.

Ciputra meninggalkan nama harum. Tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga harum bagi perkembangan industri properti Tanah Air. Banyak landmark yang menjadi bagian dari kemajuan peradaban kota di Tanah Air.

 Baca juga: Tiba Malam Ini, Jenazah Ciputra Akan Disemayamkan di Artpreneur Kuningan

Sebelum mencapai kesuksesannya, Ciputra mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan demikian, maka Ciputra terpaksa menjadi mahasiswa rantau.

 Ciputra

Dirangkum oleh Okezone dari Buku Ciputra: The Entrepreneur, Rabu (27/11/2019), ternyata Ciputra ingin menantang dunia. Terdapat peristiwa mengharukan sebelum kepergiannya ke Bandung. Kepergiannya dari Sulawesi ke Bandung, maka Ciputra meninggalkan dua sosok yang paling dia sayang sekaligus, yakni ibunya sendiri dan pujaan hatinya yakni Dian Sumeler sang pujaan hati.

 Baca juga: Bintaro dan BSD, 2 Kawasan yang Jadi Bukti Kejeniusan Ciputra

Saat kuliah, Ciputra hanya diberikan bekal uang yang sangat sedikit oleh ibunya tercinta. Namun, itu bukanlah masalah bagi Ciputra. Kala itu justru bertekad agar bisa memboyong ibunya ke mana pun Ciputra pergi. Tekad itu akan dia wijudkan setelah lulus kuliah dan mendapatkan uang.

Kemudian, barulah Ciputra mengawali kehidupannya di ITB. Pada awalnya, pria kelahiran 1931 ini sempat ‘rendah diri karena melihat mahasiswa lainnya yang sangat bergaya. Untungnya, Dia menemukan mahasiswa rantauan yang sejenis dengan dirinya, ada yang dari Batak, Timor, hingga daerah lainnya.

 Baca juga: Bintaro dan BSD, 2 Kawasan yang Jadi Bukti Kejeniusan Ciputra

Maka dari itu, Ciputra mengaku bersyukur bisa diterima di ITB yang notabene isinya adalah anak-anak muda brilian. Apalagi kampus tersebut menetapkan syarat nilai yang begitu tinggi.

Setelah itu, perkuliahan pun dimulai. Saat kuliah, Ciputra merasakan perbedaan pola belajar yang sangat signifikan dari SMA maupun SMP nya. Sebab, berkuliah di ITB menurutnya sangat cepat, ekspresif, dan penuh dengan keterbukaan.

Awalnya, Ciputra memang terkejut dan syok karena metode pembelajarannya sangat berbeda dengan yang Dia rasakan di Sulawesi. Bagaimana tidak, di ITB, mahasiswa lah yang mendebat dosen.

Walau begitu, Ciputra mulai beradaptasi dan juga ketagihan untuk mendebat dosen. Hal ini Dia ungkapkan melalui buku tersebut.

"Saya, misalnya, pernah mendebat seorang profesor dalam bidang matematika yang menurut saya tidak benar dalam menguraikan jawaban sebuah soal. Saya maju ke depan. Saya dengan berani membuat uraian jawaban soal hitungan di papan tulis. Seminggu kemudian dalam kuliah berikutnya Profesor itu mengatakan, saya benar. Tentu saya senang," kenang Ciputra.

Pada akhirnya, Ciputra merasa nyaman belajar di ITB meski hanya dalam kurun waktu yang singkat. Ciputra mengaku bahwa ITB adalah surga untuk belajar, kemudian suasana kampusnya yang asri dan damai, lalu juga dosen-dosen di sana sangat hebat, serta pergaulan di ITB juga hangat. (rzy)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini