nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beri Informasi Intelijen ke Australia, Media China Tunjukkan Bukti Wang Liqiang Seorang Penipu

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 15:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 28 18 2135536 beri-informasi-intelijen-ke-australia-media-china-tunjukkan-bukti-wang-liqiang-seorang-penipu-DWN53sGpF4.jpg Wang Liqiang saat ini mencari suaka di Australia. (Foto/9News)

SHANGHAI - Media pemerintah China merilis rekaman persidangan yang katanya membuktikan bahwa seorang mantan agen China yang mencari suaka di Australia adalah penjahat yang dihukum dengan sejarah penipuan.

Laporan media Australia mengatakan pembelot itu, bernama Wang Liqiang, telah memberikan informasi kepada intelijen Australia bahwa ada campur tangan China ke dalam politik Hong Kong dan Australia. China dalam pengakuan matan agen itu berencana mengganggu pemilihan presiden di Taiwan pada tahun depan.

Namun polisi China mengklaim Wang adalah seorang pria pengangguran dari provinsi Fujian yang dinyatakan bersalah atas kasus penipuan pada 2016. Dia juga membawa paspor palsu dan dokumen penduduk Hong Kong, kata mereka.

Baca juga: Mantan Agen China Beri Informasi Intelijen ke Australia

Baca juga: AS Tangkap Pemandu Wisata yang Jadi Mata-Mata China

Global Times, sebuah tabloid yang dijalankan oleh Partai Komunis yang berkuasa, merilis rekaman di akun Weibo mereka pada Rabu 27 November 2019, dan mengatakan bahwa Wang telah menjadi "alat baru bagi Barat untuk mengotori China".

Rekaman itu, dilaporkan direkam pada Oktober 2016, yang menunjukkan seorang pria bernama Wang Liqiang. Ia mengaku melakukan penipuan dan meminta keringanan hukuman kepada pengadilan, dengan mengatakan ia memiliki "kesadaran hukum yang lemah".

Global Times mengatakan bahwa Wang telah melanjutkan "kegiatan penipuannya" di luar negeri, "mengarang serangkaian cerita palsu yang menaungi China yang didukung oleh spekulasi media Barat".

"Semua bukti menunjuk pada fakta bahwa Wang hanyalah seorang penipu dan mencampuradukkan hitam dan putih," tulis media tersebut.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini