nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuliah Jurusan Budidaya Ikan, Tantangannya seperti Apa?

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 15:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 28 65 2135571 kuliah-jurusan-budidaya-ikan-tantangannya-seperti-apa-dw79X3Auot.jpg Ilustrasi Kampus (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bagi kalian para siswa yang gemar pelajaran biologi tapi tengah bingung akan mengambil jurusan apa pada saat kuliah nanti, bisa mengintip jurusan perikanan dan proses budidayanya.

Salah satu mahasiswa jurusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) akan membagikan pengalamannya mengambil jurusan yang satu ini.

Dia adalah Radi Ihlas Albani. Pria yang sejak kecil suka memelihara ikan dan pelajaran biologi ini memilih Departemen Budidaya Perairan atau biasa disebut Jurusan Akuakultur di IPB University.

Baca juga: 10 Fakultas Ekonomi di Universitas Terbaik Dunia

“Biologi adalah pelajaran yang paling saya kuasai waktu SMU. Waktu mau masuk S1 tahun 2004, saya cek di Indonesia hanya BDP IPB University yang akreditasinya A serta jurusan BDP terbaik di Indonesia,” ujarnya, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (28/11/2019).

Pada departemen ini terdapat dua program studi yaitu teknologi manajemen perikanan budidaya dan ilmu akuakultur. Kuliah di departemen ini akan banyak mempelajari seputar budidaya ikan. Mulai dari memahami jenis dan fisiologi ikan, kualitas air dan lingkungan untuk budidaya, teknologi budidaya, nutrisi untuk ikan dan bahan baku pakannya, penyakit ikan sampai genetika ikan juga dipelajari.

 kampus

Menurutnya, kuliah di departemen ini sangat seru dan menantang. Apalagi mahasiswa akan banyak terjun ke lapang untuk praktikum dan belajar langsung ke pembudidayaan.

Tak cuma seputar teknis budidaya, pastinya mahasiswa di jurusan ini juga diberikan ilmu manajemen dan kewirausahaan menjalankan bisnis perikanan.

Radi kini menjadi mahasiswa program Pascasarjana Ilmu Akuakultur tahun 2018. Radi berhasil mendapatkan pendanaan riset Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SIMLITABMAS) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2019/2020 untuk dua tahun pelaksanaan.

"Fasilitas yang diperoleh di BDP juga cukup lengkap untuk melakukan penelitian yang sesuai dengan minat saya. Tenaga pengajarnya berkualitas dan sudah cukup saya kenal sejak S1. Lulusan dari departemen BDP memiliki peluang menjadi tenaga pendidik, tenaga peneliti, tenaga penyuluh, serta wirausahawan," ungkap Radi, yang saat ini juga menjadi salah satu peserta program Six University Initiative Japan Indonesia (SUIJI) 2019/2020 dan sedang melaksanakan risetnya di Jepang.

kampus

Menurutnya, hal berkesan yang ia rasakan selama menjadi mahasiswa di antaranya ialah ketika semua nilai mata kuliahnya A kecuali pada mata kuliah statistika mendapat nilai AB. Selain itu Radi juga leluasa untuk melakukan penelitian sesuai dengan minat yang belum tentu bisa dicover di tempat lain.

“Bioflok merupakan fokus riset yang sedang saya jalani. Di BDP juga ada ahli Bioflok yaitu Dr Julie Ekasari sehingga kuliah di BDP IPB University sangat mendukung riset saya,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini