nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Fakta di Balik Pidato Mendikbud Nadiem Makarim yang Fenomenal

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 07:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 28 65 2135580 7-fakta-di-balik-pidato-mendikbud-nadiem-makarim-yang-fenomenal-9wQC1LMjji.jpg Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pidato Hari Guru yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sangat fenomenal.

Menurut Ganjar, pidato Mendikbud selain singkat dan langsung mengena pada pokok persoalan. Nadiem ingin membuat sebuah gebrakan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Baca Juga: Pandangan Sederet Mantan Mendikbud Soal Guru, dari Anies hingga Muhadjir

Okezone pun merangkum beberapa fakta menarik terkait pidato Hari Guru yang disampaikan Nadiem Makarim, Sabtu (30/11/2019):

1. 25 November sebagai Hari Guru Nasional

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sangatlah berbeda dari para pendahulunya. Naskah yang hanya 2 halaman tersebut bukanlah suatu kata-kata inspiratif, tetapi pidato dengan apa adanya untuk para guru di Indonesia.

Hadir di Google for Indonesia, Nadiem : Teknologi Penting untuk Dunia Pendidikan

Menurut Nadiem, esensi dari pidato tersebut untuk menggerakkan para guru di Indonesia. Dirinya pun memberikan dua poin penting di hari guru tersebut.

"Poin pertama, Merdeka belajar, dan kedua, guru penggerak," ujarnya usai pidato peringatan Hari Guru Nasional.

2. Nadiem Ingin Pendidikan Indonesia Merdeka Belajar

Mengenai 'Merdeka Belajar', dirinya menjelaskan bahwa baik guru dan murid harus berinovasi, mandiri dan kreatif. Walaupun sulit untuk melakukan hal tersebut, dirinya pun mengajak untuk bergerak bersama-sama.

Baca Juga: Hari Guru Nasional, Menteri Nadiem: Merdeka Belajar dan Guru Penggerak!

"Ini akan kita bantu, saya mungkin tidak bisa mengajak seluruh guru untuk melakukan ini, tapi ini nantinya menjadi PR kita," ujar Nadiem.

3. Reformasi Pendidikan

Mengenai 'Guru Penggerak', dirinya menjelaskan bahwa reformasi pendidik harus dilakukan. Akan tetapi, hal ini tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja ataupun berdasarkan kurikulum, kebijakan dan anggaran saja.

"Saya di sini mengatakan bahwa itu (berdasarkan kurkulum, kebijakan dan anggaran) dampaknya sangat kecil dibandingkan gerakan di masing-masing sekolah, maka dari itu gerakan ini namanya guru penggerak," ujarnya.

4. Prioritas Murid dari Apapun

'Guru Penggerak' ini berbeda dari yang lainnya. Dirinya menargetkan, di setiap instansi pendidikan baik sekolah maupun universitas harus ada seorang Guru Penggerak.

"Apa sih guru penggerak, guru penggerak itu guru yang mengutamakan muridnya dari apapun, dia akan mengambil tindakan-tindakan yang diambil tanpa disuruh, tanpa diminta, ini untuk muridnya. ini yang harus kita tekankan di mana dia harus dibantu," ujarnya.

5. Gubernur Jateng Maknai Pidato Nadiem

Ganjar menegaskan, pidato Mendikbud memang fenomenal. Selain singkat dan langsung mengena pada pokok persoalan, Nadiem ingin membuat sebuah gebrakan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Sertijab Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim Salam Komado dengan Muhadjir Effendy

"Mas Nadiem ingin memberikan ruang dan waktu lebih banyak pada guru untuk berinovasi dan berkreasi. Guru-guru diminta membuat terobosan dan menyiapkan siswanya siap saat terjun ke masyarakat," kata Ganjar.

6. Jateng Ingin Rasakan Revolusioner Pimikiran Nadiem

Ganjar menyatakan menyambut baik satu pikiran yang revolusioner tersebut. Bahkan, Ganjar menawarkan diri untuk menjadi tempat uji coba perubahan tersebut.

"Jateng siap menjadi uji coba perubahan revolusioner dalam bidang pendidikan ini," tegasnya.

Dia melanjutkan, dua atau tiga tahun lalu, dirinya sudah menyampaikan ide tersebut. Ganjar membebaskan kepada para guru di Jateng untuk berkreasi dan berinovasi dalam hal pendidikan.

"Guru kita sebenarnya punya karya, namun jarang yang dioptimalkan. Maka dengan terobosan Mendikbud ini, tentu kami menyambut baik," katanya.

7. Ketua Ikatan Guru Tagih Janji Mendikbud

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Ramli Rahim mengatakan semua pihak akan menunggu implementasi dari janji Nadiem itu.

"Pak Nadiem sudah berjanji menyederhanakan mata pelajaran, beban administrasi guru, dan kurikulum yang terlalu mengikat. Maka dari itu kita tunggu implementasinya," kata Ramli 

Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut tidak sulit, terutama untuk menyelesaikan beban administrasi guru.

"Tidak susah kok. Apalagi kalau yang beban administrasi guru, itu tidak susah," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini