nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Mahasiswi Cantik Ini Ciptakan Aplikasi untuk Penyandang Tunarungu

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 17:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 29 65 2136068 4-mahasiswi-cantik-ini-ciptakan-aplikasi-untuk-penyandang-tunarungu-1YLyiMS8hp.jpeg Mahasiswa ITB (Foto: Dok. ITB)

JAKARTA - Empat mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini tergugah untuk membantu penyandang disabilitas tuna rungu (tuli). Mereka pun membuat aplikasi Hear Me. Apa itu?

Keempat mahasiswa yang dimaksud adalah Athalia Mutiara Laksmi, Safirah Nur Shabrina, Octiafani Isna Ariani, dan Nadya Sahara Putri. Mereka sengaja membuat Hear Me terinspirasi oleh pengalaman pribadi ketika memesan taksi online.

Ceritanya, mereka pernah mendapat seorang supir tuli dan dia ditemani putrinya untuk memfasilitasi komunikasi dengan penumpang. Oleh karena itu, Hear Me hadir sebagai solusi untuk memfasilitasi komunikasi antara pendengar dan teman-teman tuli sehingga nantinya tidak akan ada kesenjangan dalam komunikasi, mengurangi diskriminasi, menyediakan fasilitas ramah-disabilitas, dan akan meningkatkan hak yang sama bagi para penyandang disabilitas.

 Baca juga: Gandeng ITB, Perusahaan Listrik Prancis Ingin Kembangkan Energi Terbarukan di RI

Hear Me merupakan sebuah aplikasi untuk membantu penyandang disabilitas tuna rungu (tuli) dalam berkomunikasi dengan orang normal. Aplikasi yang digagas pada 2019 ini bisa merekam suara di dalam aplikasi saat berkomunikasi dengan teman tuli, lalu aplikasi akan mengolah suara tersebut menjadi bahasa isyarat lewat animasi.

Aplikasi ini pun diikutsertakan dalam berbagai perlombaan. Menurut CEO Hear Me Athalia, motivasi untuk ikut serta dalam berbagai kompetisi tersebut karena pada awalnya, Hear Me ingin mendapatkan modal untuk bisnis, menambah hubungan, menambah pengalaman, menambah pengetahuan, dan wawasan untuk bisnis masa depan.

 Kampus ITB

Salah satu kompetisi yang berkesan bagi mereka adalah saat mengikuti DSCX 2019. Itu merupakan kompetisi yang memberikan peluang bagi anak muda Indonesia yang berani menjadi wirausahawan untuk mendapatkan hibah modal usaha total Rp2 miliar, bantuan dan pendidikan.

Dalam mengikuti kompetisi ini, Atha belajar menjadi pembelajar yang cepat dan harus berjuang keras sehingga ia dapat menyamai kemampuan dengan peserta lain dan mampu menyelesaikan tantangan dengan hasil yang memuaskan.

"Setiap malam aku harus mengevaluasi dan menerapkan materi yang diterima hari itu dan selalu latihan presentasi setiap saat," katanya, seperti dikutip dari laman ITB, Jumat (29/11/2019).

Hal tersebut dilakukan karena salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah bersaing dengan 12.000 peserta yang memiliki kualitas cukup sulit.

Kampus ITB

Athalia berharap, aplikasi Hear Me bisa semakin berkembang di masa depan dengan modal yang telah didapat. Sehingga mereka dapat mewujudkan ide-ide mereka dan membantu para penyandang tuna rungu dalam berkomunikasi dengan orang normal.

Selain DSCX, Athalia dkk berhasil mendapatkan berbagai penghargaan, seperti pada ajang Swiss Innovation Challenge mereka meraih peringkat kedua, juga Bandung Pitching Days memenangkan kategori Inovasi Terbaik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini